MOROTAI — Anak-anak Desa Samiamao selama ini harus menyeberang laut untuk sampai ke sekolah di Desa Posi-Posi. Jarak tempuh sekitar 1,1 mil laut itu kini dilayani personel Marnit Morotai menggunakan perahu fiber bermesin Yamaha 15 PK. Pengantaran dan penjemputan dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi perairan setempat.
Program bertajuk Puri Anjasmoro — singkatan dari Polisi Untuk Negeri Antar Jemput Anak Sekolah Morotai — dijalankan Direktorat Polairud Polda Maluku Utara. Layanan ini menyasar pelajar di wilayah kepulauan yang akses transportasinya terbatas.
Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam operasional layanan ini. Personel menyiapkan jaket pelampung atau life jacket bagi setiap penumpang sebelum perahu berangkat.
Setiap perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kondisi perairan. Pengantaran dan penjemputan tidak dilakukan sekaligus, melainkan bergiliran agar kapasitas perahu tetap terkendali dan pelayaran berlangsung aman.
Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hadi Poerwanto menyatakan program ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, termasuk mendukung kelancaran pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan.
"Program tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, termasuk mendukung kelancaran pendidikan anak-anak di wilayah kepulauan," ujar Hadi Poerwanto.
Menurutnya, kehadiran personel di tengah warga tidak hanya soal penegakan hukum. Pelayanan yang menyentuh kebutuhan harian, seperti transportasi sekolah, menjadi bagian dari pendekatan itu.
Melalui Puri Anjasmoro, Polri berharap hubungan dengan masyarakat semakin erat. Program ini juga dinilai membantu pelajar memperoleh akses pendidikan yang lebih mudah tanpa terbebani persoalan transportasi.
Polairud Polda Maluku Utara menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang humanis, aman, dan bermanfaat bagi warga. Layanan antar jemput ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut di wilayah kepulauan Morotai.