MOROTAI — Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai Ahdad Hi Hasan menyatakan pihaknya membagikan sekitar 5.000 masker atau setara 100 boks kepada masyarakat yang melintas di kawasan Tugu Pancasila. Pembagian menyasar warga yang tetap beraktivitas di luar rumah meski kabut bercampur asap menyelimuti wilayah tersebut.
Ahdad menuturkan, pihaknya tidak memiliki alat ukur kualitas udara. Indikator yang dipakai adalah pengamatan visual terhadap kabut yang dinilai sudah bercampur asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Ada kurang lebih 5 ribu masker dibagikan ke masyarakat. Jadi memang meski kita tidak punya alat untuk mengukur kualitas udara ya, tetapi dari kasat mata bisa kita lihat. Memang kabut ini bercampur dengan asap karhutla," kata Ahdad di lokasi kegiatan.
Dinas Kesehatan memerintahkan seluruh Puskesmas di enam kecamatan se-Kabupaten Pulau Morotai melakukan pemantauan lapangan. Puskesmas juga diminta bersiap membagikan masker ke masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
Ahdad meminta setiap kasus gangguan pernapasan yang mencolok segera dilaporkan. Menurutnya, pemantauan langsung diperlukan karena dampak kabut asap tidak selalu terlihat dari data kunjungan pasien.
"Kalau ada kasus mencolok segera dilaporkan. Jadi Puskesmas terus melakukan pemantauan secara langsung, dan kami juga ke depan meminta Puskesmas membagikan masker ke masyarakat," ujarnya.
Dinas Kesehatan mengimbau warga membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih menyelimuti Morotai. Warga yang harus keluar rumah diminta selalu mengenakan masker untuk mencegah penyakit saluran pernapasan.
"Jadi dari Dinas Kesehatan mengimbau agar masyarakat jangan terlalu banyak beraktivitas keluar. Walaupun keluar tetap selalu menggunakan masker sehingga kita terhindari penyakit yang disebabkan oleh kabut asap," imbau Ahdad.
Imbauan serupa ditujukan ke lingkungan sekolah. Ahdad meminta guru mengarahkan siswa tetap beraktivitas di dalam kelas selama kondisi udara belum membaik.
"Kami juga mengimbau khususnya anak sekolah diharapkan kerja sama pihak guru-guru agar siswa jangan dulu beraktivitas di luar tetap fokus di dalam kelas," tandasnya.
Pembagian 5.000 masker menyasar warga yang melintas di jalan protokoler Tugu Pancasila pada pagi hari. Jalan tersebut merupakan kawasan ramai di Morotai Selatan, sehingga dinilai efektif menjangkau banyak warga dalam waktu singkat.
Dinas Kesehatan belum merinci berapa lama stok masker akan bertahan jika kabut asap berlanjut. Pemantauan Puskesmas di enam kecamatan akan menjadi dasar penyaluran masker tahap berikutnya.