TERNATE — Aksi bersih pantai yang digelar Perkumpulan PakaTiva bersama Estuaria Maluku Utara melibatkan lintas komunitas dan organisasi. Selain relawan lingkungan, kegiatan ini diikuti Grand Demokrasi Institut Maluku Utara, Arsipala, mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Khairun, serta warga Kelurahan Gambesi.
Peserta menyisir kawasan pantai dengan fokus pada area hutan mangrove. Dari penyisiran itu, tim mengumpulkan 52 karung sampah berukuran besar.
Sampah yang ditemukan didominasi kemasan minuman. Selain itu, petugas menemukan styrofoam dan pakaian bekas yang berserakan di kawasan pantai.
Koordinator aksi, Nadra, menyebut kegiatan ini mendapat dukungan DLH Kota Ternate berupa penyediaan armada pengangkutan. Sampah yang telah dikumpulkan langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir.
"Dalam aksi ini kami mendapat dukungan dari DLH Kota Ternate sebagai penyedia armada angkutan sampah," kata Nadra.
Bagi Nadra, kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih pantai. Aksi tersebut menjadi bagian dari kampanye meningkatkan kesadaran warga terhadap persoalan sampah plastik.
Di penghujung kegiatan, peserta membuat video testimoni. Rekaman itu akan digunakan sebagai bahan kampanye menjaga lingkungan.
"Kami yang tergabung dalam Aksi untuk Bumi mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Ternate, untuk menjaga lingkungan dari bahaya sampah plastik. Sebagaimana torang jaga alam, alam jaga torang," ujarnya.
Kolaborasi lintas komunitas di Gambesi menunjukkan kerja bersama warga dan instansi daerah bisa langsung berdampak pada kebersihan kawasan pesisir Ternate.