JAILOLO SELATAN — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memfasilitasi pertemuan kedua desa yang sempat berselisih. Bupati James Uang turun langsung memediasi sejak sore sebelum deklarasi, menemui perwakilan warga Domato dan Sidangoli Dehe untuk mencari titik temu.
Deklarasi damai tersebut dihadiri Sekda Julius Marau, Kapolres Halmahera Barat, Dandim 1501/Ternate, staf ahli, pimpinan OPD, kepala desa, serta tokoh dan masyarakat kedua desa.
James menyampaikan apresiasi kepada warga kedua desa yang dinilainya punya komitmen kuat mengakhiri ketegangan. Menurutnya, pihak-pihak yang bertikai sebenarnya menyimpan keinginan besar untuk rujuk kembali.
"Kita coba mengajak masyarakat dua desa ini agar kembali membangun persaudaraan seperti sedia kala, ternyata mereka itu punya kerinduan harus berdamai," ujar James.
Orang nomor satu di Halmahera Barat itu menekankan bahwa situasi tidak kondusif sangat memukul perekonomian warga. Para pedagang sempat diliputi rasa takut beraktivitas. Jika dibiarkan, dampak perselisihan dinilai bisa meluas ke seluruh Jailolo Selatan hingga Halmahera Barat.
Pemkab Halmahera Barat berkomitmen bertanggung jawab atas kerugian materiil yang timbul akibat perselisihan. James menyebut pihaknya akan menginventarisir dan memvalidasi seluruh kerusakan sebelum menentukan langkah lanjutan.
"Pemda akan berupaya menginventarisir dan memvalidasi semua kerusakan. Langkah-langkah ke depan akan dilakukan dengan baik sehingga masyarakat yang jadi korban bisa kita atasi. Tentunya itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," tambahnya.
Usai deklarasi, perwakilan kedua desa mengusulkan agenda makan bersama sebagai simbol rekonsiliasi. James berharap momen itu menjadi titik awal kembalinya kehidupan rukun tanpa konflik di masa depan.
Plt Kapolres Halmahera Barat AKBP Muhammad Musni menyambut baik deklarasi tersebut sebagai wujud nyata keinginan warga berdamai. Dengan pulihnya situasi, kepolisian berencana menarik pasukan pengamanan yang selama ini bersiaga.
"Secepatnya 200 personel ini kita akan tarik, karena masih banyak tugas-tugas lain yang harus kita selesaikan," kata Musni.
Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf Jani Setiadi memastikan kondisi di lapangan aman terkendali tanpa korban jiwa. Menurutnya, hal itu berkat sinergi ketat antara TNI, Polres, dan Brimob yang bersiaga tanpa kenal lelah mencegah bentrokan susulan.
"Semangat yang kita usung adalah kita kedepankan perdamaian sebagai pondasi. Permasalahan yang kemarin masih mengganjal akan diselesaikan atas nama kedamaian, baru kita fokus pada kemajuan pembangunan di dua desa," pungkasnya.