HALMAHERA SELATAN — Rombongan Gubernur Sherly Laos tiba di Dermaga Desa Dauri menggunakan dua speedboat. Kedatangan mereka disambut Camat Pulau Makian, jajaran Forkopimcam, para kepala desa, dan warga setempat. Penyambutan ditandai pengalungan rantai kenari, doa selamat, dan tarian Togal yang dibawakan para siswa.
Sherly datang bersama Kepala Dinas PUPR Maluku Utara Risman Iriyanto Djafar dan jajaran, serta dua anggota DPRD Maluku Utara, Muksin Amrin dan Aksandri Kitong. Komposisi rombongan itu menegaskan fokus kunjungan: infrastruktur dan aspirasi warga kepulauan.
Usai penyambutan, Sherly dan rombongan meninjau sejumlah infrastruktur di Desa Dauri. Kondisi jalan dan jembatan menjadi sorotan karena keduanya menjadi akses utama aktivitas masyarakat sehari-hari.
Peninjauan itu menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk menilai langsung kondisi lapangan. Wilayah kepulauan seperti Pulau Makian menghadapi tantangan tersendiri dalam pemeliharaan akses penghubung antarwilayah.
Setelah peninjauan, Sherly menghadiri kegiatan Pangan Murah sekaligus membuka ruang dialog dengan masyarakat. Warga dipersilakan menyampaikan langsung kebutuhan di masing-masing desa untuk dicatat dan dijadikan bahan pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan.
"Ada apa yang mau dicurhat? Misalnya satu-satu. Kasih mic, jelas, nama desa, catat. Singkat, padat, jelas," kata Sherly.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih menjadi persoalan di Pulau Makian. Di antaranya pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, serta ketersediaan air bersih.
Warga juga mengusulkan pembangunan jalan tani untuk menunjang aktivitas pertanian. Usulan lain yang muncul adalah lapangan sepak bola sebagai fasilitas olahraga masyarakat.
Di hadapan masyarakat, Sherly sempat berseloroh soal peran Muksin Amrin dalam menyampaikan aspirasi warga. Menurutnya, anggota DPRD itu berulang kali menyampaikan keluhan warga terkait kebutuhan pembangunan di Pulau Makian.
"Saya datang lihat mama, papa-papa dan adek-adek. Soalnya Pak Muksin setiap hari WhatsApp saya, teror saya. Katanya Pak Muksin diteror sama ibu-ibu di mana-mana," ujar Sherly.
"Jadi Pak Muksin lanjut teror saya. Akhirnya datanglah sini," sambungnya.
Sherly mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus mendengar kebutuhan mereka. Pemerintah provinsi, katanya, perlu mengetahui kondisi riil di lapangan sebelum memetakan kebutuhan yang harus menjadi perhatian.
Dalam kunjungan itu, Sherly juga menyampaikan salam dari Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe yang tidak dapat ikut. Sarbin sedang berada di Bacan untuk menghadiri kegiatan bersama Bank Indonesia.
"Salam dari Pak Wagub. Nggak bisa ikut karena Pak Wagub kemarin ke Bacan. Ada kegiatan dengan Bank Indonesia," ujarnya.
Selain di Dauri, Gubernur Sherly dan rombongan mengunjungi Desa Rabutdaiyo dan singgah di Dermaga Desa Walo. Di Rabutdaiyo, selain peninjauan infrastruktur, juga digelar kegiatan pangan murah.
Rangkaian kunjungan itu menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi untuk melihat dari dekat kondisi infrastruktur wilayah kepulauan. Aspirasi yang tercatat dari warga Pulau Makian kini menunggu tindak lanjut dalam penentuan prioritas pembangunan daerah.