TOBELO — Tim Siaga SAR Kompi 1 Yon A Pelopor bersama warga melakukan upaya pemadaman menggunakan mobil dan peralatan yang tersedia. Informasi kejadian diterima aparat, lalu personel langsung diterjunkan ke titik api.
Kondisi lahan yang kering memperbesar risiko api meluas ke perkebunan sekitar. Berkat kerja sama personel dan masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas.
Selain melakukan pemadaman, aparat terus memantau kondisi di lokasi. Langkah itu untuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.
Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Hadi Poerwanto, menyebut keterlibatan cepat personel di lapangan sebagai bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat seperti kebakaran lahan.
"Polda Malut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau yang rawan memicu kebakaran. Partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Imbauan larangan membuka lahan dengan cara membakar disampaikan menyusul kejadian di Kupa-Kupa. Pada musim kemarau, lahan kering lebih mudah terbakar dan api cepat membesar.
Warga diminta aktif melaporkan titik api ke aparat setempat. Keterlibatan masyarakat dinilai menentukan keberhasilan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Halmahera Utara.