Pemkot Ternate dan PERUMDA Ake Gaale Tinjau Sumur Tua di Ternate Tengah, Siapkan Revitalisasi Sumber Air Bersejarah

Penulis: Galih Prayoga  •  Sabtu, 19 September 2026 | 06:16:31 WIB

TERNATE — Pemerintah Kecamatan Ternate Tengah bersama PERUMDA Air Minum Ake Gaale dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate meninjau langsung sejumlah titik sumber air bersejarah di wilayah Ternate Tengah. Peninjauan itu menjadi langkah pertama sebelum program revitalisasi dan konservasi dijalankan.

Kegiatan bertajuk "Revitalisasi dan Konservasi Sumur/Sumber Air Bersejarah" ini menyasar sumber-sumber air tua yang dinilai punya nilai sejarah dan membutuhkan penanganan berkelanjutan. Tema yang diusung: "Merawat Sumber Kehidupan, Melestarikan Warisan Sejarah".

Peninjauan lokasi dihadiri Camat Ternate Tengah Fahmi Basa Amin, Direktur PERUMDA Air Minum Ake Gaale Kota Ternate Firman Sjah, serta perwakilan tim dari DLH Kota Ternate.

Apa yang Dipetakan dalam Peninjauan?

Fahmi Basa Amin menyatakan peninjauan ini merupakan tahapan awal untuk memastikan kesiapan teknis dan memetakan kondisi riil sumber air yang akan direvitalisasi.

"Peninjauan ini bagian dari persiapan awal agar pelaksanaan program revitalisasi berjalan tepat sasaran. Kita ingin memastikan sumber air bersejarah di Ternate Tengah tidak hanya terjaga debit dan kualitas airnya, tetapi juga nilai sejarahnya tetap terawat," ujarnya kepada cermat, Sabtu 19 September 2026.

Pemetaan mencakup kondisi fisik sumur, debit air, dan kualitas sumber air. Hasilnya menjadi dasar penentuan titik mana yang diprioritaskan untuk direvitalisasi lebih dulu.

Mengapa Pendekatan Ekohidrologi Dipilih?

Direktur PERUMDA Air Minum Ake Gaale Kota Ternate Firman Sjah menekankan pentingnya pendekatan ekohidrologi dalam menjaga daya dukung lingkungan perkotaan. Pendekatan ini menempatkan ketersediaan air bersih sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya lokal, bukan sekadar urusan teknis perpipaan.

Melalui langkah bersinergi itu, keberadaan sumber air tua bernilai sejarah di Kota Ternate diharapkan terus dimanfaatkan secara efisien dan berkelanjutan. Sumber-sumber air tersebut juga diharapkan terlindungi dari ancaman alih fungsi lahan maupun pencemaran lingkungan.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Aksi ekohidrologi ini mendorong sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, BUMD, dan elemen masyarakat. Pemerintah kecamatan berperan menyiapkan koordinasi wilayah, PERUMDA Ake Gaale menangani sisi pemanfaatan air, sementara DLH mengawal aspek lingkungan.

Kolaborasi itu dinilai penting karena sumber air bersejarah di Ternate Tengah berada di kawasan perkotaan yang rentan tekanan pembangunan. Tanpa penanganan konservasi berkelanjutan, debit dan kualitas air berisiko menurun.

Setelah peninjauan ini, tahap berikutnya adalah penyusunan rencana teknis revitalisasi berdasarkan hasil pemetaan lapangan. Jadwal pelaksanaan belum disebutkan dalam peninjauan tersebut.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top