MALUKU UTARA — Bagas Maulana dan Apriyani Rahayu resmi ditandemkan di sektor ganda campuran dan langsung mengungkap tantangan terbesar: membangun pola permainan dari nol. Keduanya belum pernah berlaga di sektor ini, dengan latar belakang ganda putra dan ganda putri. Ujian perdana menanti di Indonesia International Challenge 2026 di Surabaya.
Pasangan anyar racikan pelatih Nova Widianto itu menjalani latihan perdana di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta. Bagi Bagas, 28 tahun, dan Apriyani, pengalaman di sektor berbeda membuat proses adaptasi berjalan ekstra.
Bagas dan Apri sama-sama belum pernah bermain di ganda campuran. Bagas lama berkompetisi di ganda putra, sedangkan Apriyani dikenal sebagai pemain ganda putri. Penyatuan ini menuntut pembagian peran baru di lapangan.
Bagas menilai rotasi permainan ganda campuran jauh lebih rumit dibanding sektor yang biasa ia jalani. Kedua pemain harus menyesuaikan ritme pergerakan dengan rekan duet perempuan.
"Ini kan partner-nya beda dari yang sebelumnya, apa maksudnya bukan cowok, ini partner cewek [ganda campuran]," ujar Bagas di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta pada Rabu (16/9).
"Jadi kami harus lebih ngatur di dalam lapangan dan kami juga masih perlu sharing sama yang sudah main ganda campuran. Kayak contohnya saya sama Amri [Syahnawi], ya perlu juga belajar ke dia."
Bertukar pikiran dengan pemain ganda campuran lain menjadi salah satu fokus Bagas. Pengaturan skema serangan dan kedisiplinan posisi juga jadi perhatian utama.
Apriyani menyoroti penyesuaian gaya bermain karena karakter Bagas sangat berbeda dari partner sebelumnya, Dejan Ferdinansyah. Meski baru lima hari latihan, intensitas komunikasi terus ditingkatkan.
Menurut Apriyani, perubahan pola yang diusung tidak merombak total teknik dasar. Yang lebih ditekankan adalah pembacaan situasi dalam pertandingan dan koordinasi soal buangan bola.
"Saya dan Bagas baru latihan beberapa hari, sudah memang aku coba, kami coba berkomunikasi untuk, 'Ini gimana ya maksudnya mainnya? Maksudnya gimana pembagian posisi?'" ungkap Apri.
"Lalu di siapa jaga depan dan belakang?' Karena kan Bagas beda, Dejan beda," lanjutnya.
Eksperimen ganda campuran ini dijadwalkan melakoni laga perdana di Indonesia International Challenge 2026 di Surabaya. Ajang tersebut menjadi tolok ukur pertama sejauh mana koordinasi Bagas/Apri terbangun.
Bagi PBSI, penyatuan ini bagian dari upaya memperkuat kedalaman skuad ganda campuran. Komunikasi dan pembagian posisi akan jadi kunci apakah duet ini bisa berjalan mulus di turnamen sesungguhnya.