BYD M6 Terlibat Kecelakaan Beruntun di Jakbar, 3 Tewas Satu Keluarga

Penulis: Galih Prayoga  •  Senin, 07 September 2026 | 17:05:31 WIB
Kecelakaan beruntun yang melibatkan BYD M6 di Jakarta Barat mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

MALUKU UTARA — Kecelakaan beruntun di Jakarta Barat itu bermula dari mobil listrik BYD M6 berpelat nomor B 2703 BNA yang melaju kencang di turunan setelah jembatan flyover. Kendaraan roda empat yang dikemudikan K (51) itu disebut kehilangan kendali dan tak mampu menghindari Toyota Kijang Innova di depannya.

Informasi dari Tribrata News Polri menyebutkan, mobil yang diimpor utuh (CBU) dari China itu sempat dikabarkan mengalami masalah pada sistem pengereman. Hingga kini, polisi belum mengonfirmasi kebenaran isu tersebut.

Tabrakan Beruntun Melibatkan Empat Kendaraan

Rangkaian kecelakaan terjadi begitu cepat. BYD M6 menabrak Kijang Innova dari belakang, lalu mendorongnya hingga menabrak Toyota Fortuner di depannya. Momentum benturan berlanjut ke arah pengendara sepeda motor Yamaha Vario yang sedang melintas.

Akibat hantaman tersebut, tiga orang yang merupakan satu keluarga meninggal dunia. Andi Prasetyo (40) mengembuskan napas terakhir di rumah sakit, sementara Yeni Sumarti (39) dan anak mereka, Zeline Zakeisha (7), tewas di lokasi kejadian.

Setelah menghantam sejumlah kendaraan, BYD M6 terpental ke arah median dan tersangkut di tiang lampu jalan.

Empat Korban Luka Dilarikan ke Rumah Sakit

Selain korban jiwa, empat orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mereka adalah K selaku sopir BYD, dua penumpang lansia berinisial SS (75) dan HA (73), serta satu penumpang Kijang Innova berinisial YL (39).

K sendiri telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Lakukan Olah TKP dan Tes Urine Sopir

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Reza Hafiz Gumilang, menegaskan pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam masih terus berjalan.

Penegak hukum melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap K, termasuk tes urine dan alkohol. Hal ini untuk memastikan apakah ada faktor kelalaian, kondisi medis tertentu, atau kepanikan saat mengemudi di jalur turunan tajam.

Rekonstruksi Digital untuk Ukur Kecepatan BYD M6

Satlantas Polresta Jakarta Barat bersama Ditlantas Polda Metro Jaya menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) dalam olah TKP. Metode ini dipakai untuk merekonstruksi secara digital kecepatan pasti BYD M6 sebelum benturan dan mendeteksi jejak pengereman di aspal.

Hasil investigasi dari metode TAA ini akan menjadi kunci untuk mengungkap apakah kecelakaan murni akibat kesalahan manusia atau ada faktor teknis pada kendaraan listrik tersebut. Polisi belum mengumumkan hasil rekonstruksi digital itu kepada publik.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: komparatif.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top