MALUKU UTARA — Samsung resmi memperkenalkan varian baru Galaxy Book 6 yang menyasar kelas menengah. Laptop ini hadir dengan harga lebih ramah kantong dibandingkan pendahulunya, menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengincar perangkat produktivitas harian tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Di pasar Amerika Serikat, Galaxy Book 6 edisi terbaru ini dijual mulai US$799, atau setara sekitar Rp 13,2 juta (estimasi kurs Rp 16.500/USD). Angka tersebut terpaut cukup jauh dari model Galaxy Book 6 standar yang dibanderol mulai US$1.249.
Untuk mencapai banderol yang lebih bersahabat, Samsung melakukan sejumlah pemangkasan spesifikasi dibandingkan varian yang lebih mahal. Perbedaan paling mencolok terlihat dari sektor prosesor dan memori.
Sebagai pembanding, model Galaxy Book 6 sebelumnya sudah dibekali layar IPS, chip Intel Core Ultra 5, dan RAM 16 GB. Meski spesifikasinya diturunkan, penghematan yang ditawarkan cukup signifikan bagi konsumen yang tidak membutuhkan performa ekstrem.
Dari segi fisik, laptop ini tetap mengusung bodi ramping dengan ketebalan 15,7 mm dan bobot yang mendekati 1,3 kg. Samsung mengklaim baterai berkapasitas 61,2 Wh mampu bertahan hingga 25 jam dalam sekali pengisian penuh.
Pengisian daya didukung adaptor USB-C 45 watt. Perangkat ini juga menyediakan dua port USB-C, satu port USB-A, satu port HDMI, serta jack headphone dan mikrofon untuk kebutuhan konektivitas harian.
Samsung turut menyematkan deretan aplikasi bawaan yang terintegrasi erat dengan ekosistem ponsel Galaxy, memudahkan transfer file, sinkronisasi notifikasi, hingga berbagi layar antarperangkat.
Selain warna abu-abu yang sudah umum, Samsung memperkenalkan opsi warna anyar bernama Violet Silver pada seri ini. Laptop menjalankan sistem operasi Windows 11 sejak keluar dari kotak.
Samsung Galaxy Book 6 varian baru ini sudah mulai dipasarkan di sejumlah negara. Untuk pasar Amerika Serikat, perangkat akan tersedia mulai 5 Oktober melalui situs resmi Samsung.com dan Amazon.
Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan dan harga produk ini di Indonesia. Konsumen Tanah Air perlu menunggu pengumuman lebih lanjut dari Samsung Electronics Indonesia.
Dengan harga US$799, laptop ini menempatkan diri sebagai opsi kompetitif di kelasnya. Namun, perlu dicatat bahwa banderol tersebut masih lebih tinggi sekitar US$100 dibandingkan MacBook Neo yang dibanderol mulai US$699. Keputusan akhir tetap bergantung pada preferensi ekosistem dan kebutuhan komputasi masing-masing pengguna.
Varian baru Galaxy Book 6 ini paling cocok untuk pelajar, pekerja kantoran, atau pengguna yang membutuhkan laptop ringkas untuk tugas sehari-hari seperti mengolah dokumen, berselancar di internet, dan menonton konten streaming. Untuk kebutuhan editing video berat atau gaming, opsi dengan spesifikasi lebih tinggi masih layak dipertimbangkan.