MALUKU UTARA — Proses seleksi calon pemimpin bank sentral memasuki babak krusial. Destry Damayanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, kini menghadapi serangkaian pertanyaan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengenai visi dan strateginya dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Agenda Utama yang Diuji dalam Fit and Proper Test
Dalam forum tertutup yang berlangsung sejak pukul 11.56 WIB tersebut, para legislator memfokuskan tanya jawab pada beberapa isu strategis. Pertanyaan yang mengemuka bukan hanya soal kesiapan teknis, tetapi juga peta jalan kebijakan yang akan diambil untuk menghadapi tekanan eksternal.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam uji kelayakan kali ini:
- Strategi stabilitas nilai tukar di tengah penguatan dolar Amerika Serikat dan potensi perubahan suku bunga acuan global. - Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran target pemerintah. - Percepatan digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan inklusi keuangan nasional. - Penguatan cadangan devisa dan ketahanan sektor eksternal terhadap gejolak pasar keuangan. Rekam Jejak dan Kapasitas Calon di Mata Legislator
Anggota Komisi XI DPR menyoroti pengalaman panjang Destry dalam mengelola makroekonomi. Sebelum menjabat di bank sentral, ia dikenal luas sebagai ekonom senior yang pernah menempati posisi penting di lembaga keuangan internasional, memberikan perspektif komparatif yang dinilai berharga bagi arah kebijakan BI ke depan.
Meski begitu, sejumlah anggota dewan juga menguji kedalaman pemahamannya mengenai isu-isu domestik, seperti inflasi pangan dan daya beli masyarakat kelas menengah. Uji kelayakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan proses evaluasi komprehensif yang menentukan apakah yang bersangkutan layak memimpin otoritas moneter. Apa Dampaknya bagi Pasar dan Pelaku Usaha?
Keputusan DPR atas hasil uji kelayakan ini akan dinanti pelaku pasar. Arah kebijakan suku bunga, intervensi nilai tukar, dan kebijakan makroprudensial akan sangat bergantung pada figur yang terpilih nanti. Stabilitas kebijakan menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan investor.
Bagi pelaku bisnis, kepastian kepemimpinan di BI akan memengaruhi strategi ekspansi dan pengelolaan utang. Sinyal hawkish atau dovish dari calon Gubernur BI akan langsung tercermin pada pergerakan obligasi pemerintah dan indeks harga saham gabungan di bursa.
Proses lanjutan akan berjalan dalam beberapa hari ke depan. Setelah uji kelayakan rampung, Komisi XI akan menyampaikan hasil evaluasi internal kepada pimpinan DPR untuk selanjutnya diproses melalui mekanisme musyawarah dan voting. Keputusan final diharapkan mampu menjawab kebutuhan stabilitas ekonomi nasional yang sedang menghadapi dinamika global yang menantang.