TERNATE — Keputusan ini turun sebagai tindak lanjut atas permohonan resmi PSSI Provinsi Maluku Utara yang dikirim melalui surat Nomor 001/PSSI-MALUT/PLT/VII-2026 pada 28 Juli 2026. Langkah percepatan ini diambil untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan selama masa transisi sebelum terbentuknya pengurus tetap sesuai Statuta dan Peraturan Organisasi PSSI.
Usai menerima Surat Keputusan (SK), Abdul Rifai Sadoki langsung bergerak dengan menjadwalkan koordinasi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat. Fokus utamanya adalah mengolaborasikan pelaksanaan Kompetisi Soeratin dengan ajang Piala Gubernur Maluku Utara.
Langkah ini dinilai strategis untuk memaksimalkan pembinaan usia muda di daerah. Dengan menggabungkan dua ajang, pemerintah daerah diharapkan lebih mudah memberikan dukungan pendanaan maupun fasilitas, sekaligus memperluas jangkauan pencarian bakat sepak bola dari kabupaten hingga kota.
Di luar agenda kompetisi, Abdul Rifai Sadoki juga mempersiapkan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI Maluku Utara. KLB ini menjadi pintu masuk untuk memilih kepengurusan definitif yang baru, menggantikan posisi plt yang saat ini diembannya.
PSSI Pusat melalui Sekjen Yunus Nusi mengimbau agar Plt Sekretaris menjalankan seluruh wewenangnya secara profesional dan bertanggung jawab. Imbauan ini menjadi catatan penting di tengah dinamika organisasi sepak bola daerah yang kerap diwarnai tarik-menarik kepentingan.
Abdul Rifai Sadoki tidak menampik bahwa tugasnya kali ini tidak ringan. Ia pun secara terbuka meminta dukungan dari seluruh pengurus, PSSI Kabupaten/Kota, serta pemangku kepentingan lainnya di Maluku Utara.
“Saya siap menjalankan amanah ini. Dukungan dari semua pihak sangat kami butuhkan demi memajukan pembinaan sepak bola di Maluku Utara,” ujarnya.
Tanpa soliditas antar pengurus kabupaten/kota, agenda pembinaan usia dini seperti Piala Soeratin dipastikan akan berjalan timpang. Padahal, turnamen ini merupakan salah satu ujung tombak regenerasi pesepak bola nasional yang selama ini banyak melahirkan talenta dari kawasan timur Indonesia.
Dengan persiapan yang matang, baik dari sisi administrasi maupun teknis lapangan, Maluku Utara berpeluang besar menjadi salah satu penyumbang pemain muda berkualitas untuk timnas di masa mendatang. Semua kini bergantung pada bagaimana transisi kepengurusan ini dikelola hingga tuntas.