MALUKU UTARA — Kehadiran perempuan berusia 86 tahun itu menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Mengenakan kebaya putih dan rambut disanggul rapi, Dewi Sukarno tampak tekun mengikuti jalannya upacara pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih di halaman Istana Merdeka.
Setelah upacara selesai, Dewi Sukarno meluapkan kekagetannya atas transformasi besar yang terjadi di lingkungan istana. Ia mengaku tidak mengenali sebagian area yang dulu merupakan halaman luas dan terbuka.
"Saya kaget sekali istananya sudah ganti banyak ya, ada gedung yang dulu tidak ada. Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar sekarang ada gedung," ucapnya.
Pernyataan tersebut melengkapi catatan sejarah panjangnya bersama almarhum Sukarno, yang kerap menghabiskan waktu di istana pada era 1960-an. Kawasan yang dulu ia kenal sebagai ruang terbuka hijau kini telah berubah menjadi kompleks perkantoran dan fasilitas pendukung pemerintahan.
Di sela-sela kekagetan tersebut, Dewi Sukarno juga menyampaikan doa dan harapannya bagi bangsa Indonesia. Ia berharap negeri ini terus melaju dalam berbagai aspek pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
"Selalu maju sekali," ucapnya singkat.
Kehadiran tokoh sejarah seperti Dewi Sukarno di tengah perayaan kemerdekaan menjadi pengingat akan perjalanan panjang bangsa. Meski fisik bangunan telah banyak berubah, semangat kemerdekaan yang ia saksikan langsung pada masa-masa awal republik tetap hidup di setiap generasi.
Selain Dewi Sukarno, upacara peringatan detik-detik proklamasi tahun ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan keluarga besar wakil presiden terdahulu. Soraya Hamzah Haz, istri Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz, tampak hadir dengan mengenakan busana adat Minang yang mencolok.
Kehadiran para tokoh lintas generasi ini menunjukkan kontinuitas estafet kepemimpinan dan penghormatan terhadap para pendiri bangsa. Momen tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi kebangsaan di tengah kemeriahan perayaan hari kemerdekaan.
Perubahan yang disorot Dewi Sukarno merupakan bagian dari dinamika pembangunan yang terus berjalan di kawasan istana kepresidenan. Sejumlah gedung baru yang ia maksud merupakan hasil renovasi dan penambahan fasilitas yang dilakukan secara bertahap dalam beberapa dekade terakhir.
Meski wajah istana telah berubah, fungsi utamanya sebagai pusat pemerintahan dan simbol kedaulatan negara tetap dipertahankan. Upacara HUT ke-81 RI yang berlangsung khidmat menjadi bukti bahwa tradisi dan nilai-nilai kemerdekaan tetap dijaga di tengah arus modernisasi.
Perayaan tahun ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu, sembari terus berbenah menyongsong masa depan yang lebih baik.