MALUKU UTARA — Kami memakai MatePad Mini selama beberapa hari untuk aktivitas membaca e-book, menonton video, dan berselancar di internet. Produk ini bukan pengganti laptop atau tablet 11 inci, melainkan perangkat hiburan yang lebih besar dari smartphone tapi tetap ringkas. Yang langsung terasa sejak pertama dipegang: bodinya sangat tipis dan ringan, membuatnya nyaman digenggam satu tangan dalam waktu lama.
Panel Flexible OLED PaperMatte berukuran 8,8 inci dengan resolusi 2.560 x 1.600 piksel ini punya refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.800 nits. Angka itu membuatnya tetap terbaca jelas di bawah sinar matahari langsung, sesuatu yang jarang ditemui di kelas tablet ringkas.
Yang lebih penting, lapisan PaperMatte mengurangi pantulan cahaya secara signifikan. Membaca e-book di tablet ini terasa seperti membaca di atas kertas, tanpa silau yang mengganggu. Rasio layar ke bodi mencapai 92 persen, jadi bezelnya sangat tipis dan area tampil terasa luas meski ukuran perangkatnya kecil.
Chipset Kirin 9010B dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB adalah kombinasi yang mumpuni untuk kebutuhan harian. Membuka aplikasi, berpindah antar-aplikasi, dan streaming video berjalan mulus tanpa hambatan berarti.
Untuk gim, tablet ini mampu menjalankan judul-judul dengan grafis menengah tanpa masalah berarti. Namun jangan berharap bisa memaksanya untuk gim berat dengan setting grafis tertinggi. Sistem operasi HarmonyOS 4.3.0 berjalan responsif, dan animasi antar-aplikasi terasa halus berkat refresh rate 120Hz.
Dengan kapasitas 6.400 mAh, MatePad Mini mampu bertahan satu hari penuh untuk pemakaian campuran antara menonton video, membaca, dan browsing. Pengisian cepat 66W juga menjadi nilai plus — dalam 30 menit, baterai bisa terisi lebih dari setengah kapasitasnya, cukup untuk kembali beraktivitas.
Angka ini memang tidak kami ukur dengan pengujian khusus, tapi dari pemakaian harian, daya tahannya konsisten dan tidak mengecewakan. Untuk perangkat setipis ini, manajemen panasnya juga tergolong baik.
Layar 8,8 inci adalah pedang bermata dua. Untuk hiburan, ukurannya ideal. Tapi untuk produktivitas, terasa sempit. Menjalankan dua aplikasi secara split screen membuat tiap jendela terlihat sesak, dan mengerjakan dokumen dengan ruang kerja luas terasa tidak nyaman. Tablet ini jelas bukan alat untuk bekerja.
Kompromi terbesar tetap pada absennya Google Mobile Services. Pengguna harus mengandalkan AppGallery, Petal Search, atau memasang aplikasi pihak ketiga seperti GBox agar bisa mengakses Play Store, Gmail, YouTube, dan Google Drive. GBox memang menawarkan pengalaman yang menyerupai tablet Android biasa, tapi kami menyarankan untuk berhati-hati — aplikasi tersebut berjalan melalui lingkungan virtual dan memiliki kebijakan pengumpulan informasi perangkat tertentu. Gunakan akun Google kedua yang tidak berisi data pekerjaan atau informasi penting untuk meminimalkan risiko.
Huawei MatePad Mini adalah tablet hiburan yang sangat baik untuk mereka yang prioritas utamanya membaca, menonton, dan browsing dalam genggaman satu tangan. Layar PaperMatte-nya adalah pembeda utama di kelasnya, dan bobotnya yang ringan membuatnya nyaman dibawa bepergian.
Tapi jika kebutuhanmu mencakup produktivitas atau ketergantungan penuh pada ekosistem Google, tablet ini bukan pilihan yang tepat. Untuk harga yang ditawarkan, kamu bisa mempertimbangkan tablet Android lain yang sudah memiliki GMS resmi, meski mungkin harus mengorbankan kualitas layar dan desain yang lebih ringkas. MatePad Mini adalah perangkat spesialis — sangat baik di satu hal, tapi jelas bukan untuk semua orang.