MALUKU UTARA — Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (4/8). Berdasarkan data yang dipaparkannya, penjualan mobil pada Juli 2026 melesat 32,9 persen secara tahunan (year on year). Sementara itu, pasar sepeda motor juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 1,1 persen pada periode yang sama.
"Kondisi tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat dan daya beli tetap terjaga di tengah dinamika global," ujar Purbaya dalam sambutannya di GIIAS 2026.
Purbaya menegaskan bahwa industri otomotif bukan sekadar sektor penjualan kendaraan semata. Ia menyebut industri ini memiliki efek berganda yang signifikan terhadap rantai ekonomi nasional, mulai dari manufaktur komponen, aliran investasi, hingga penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.
"Industri otomotif tidak hanya mendorong konsumsi masyarakat," tegasnya, sembari menekankan bahwa sektor ini berkontribusi langsung pada penguatan struktur industri dalam negeri.
Ke depan, tantangan industri otomotif nasional tidak lagi sekadar mengejar volume penjualan. Purbaya membeberkan bahwa para pelaku industri harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tren kendaraan rendah emisi dan elektrifikasi. Namun, transformasi tersebut harus diimbangi dengan penguatan nilai tambah domestik agar daya saing di kancah global meningkat.
"Tantangan industri otomotif ke depan bukan hanya bertransformasi menuju kendaraan berteknologi rendah emisi dan mengadopsi kendaraan listrik," jelasnya. "Dia juga harus bisa memaksimalkan nilai tambah domestik, investasi, penciptaan lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri nasional."
Untuk mencapai target tersebut, sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan pelaku industri menjadi kunci utama. Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus memantau berbagai indikator ekonomi secara berkala sebagai dasar pengambilan keputusan.
"Kami akan bertindak cepat untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak terpengaruh perkembangan negatif di pasar," pungkasnya.