HALMAHERA TIMUR — Dua mobil tangki berkapasitas 4.000 liter masing-masing dikerahkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Desa Dodaga. Titik distribusi berjarak sekitar 20 kilometer dari posko, dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam.
Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, mengatakan proses penyaluran berjalan lancar dan didukung cuaca cerah. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan titik prioritas agar bantuan dibagikan secara adil.
Desa Dodaga masuk kategori wilayah rentan kekeringan di Halmahera Timur. Kondisi ini diperparah dengan fenomena El Nino yang membuat ketersediaan air bersih menurun drastis pada musim kemarau tahun ini.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan fondasi pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan.
"Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan," ujar Dody dalam keterangan yang dikutip Selasa (4/8/2026).
Bantuan darurat ini bukan satu-satunya langkah pemerintah. Kementerian PU menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang untuk mengantisipasi kekeringan berkepanjangan, termasuk dampak El Nino yang berpotensi mengganggu sektor pertanian.
Optimalisasi bendungan, embung, jaringan irigasi, hingga operasi waduk menjadi andalan untuk menjaga pasokan air baku dan irigasi. Langkah ini sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
"Strategi Kementerian PU adalah memastikan ketersediaan air baku dan air irigasi tetap terjaga melalui optimalisasi bendungan, embung, jaringan irigasi, operasi waduk, serta berbagai langkah antisipatif lainnya," jelas Dody.
BWS Maluku Utara tidak berhenti pada penyaluran perdana ini. Saleh menegaskan pihaknya akan terus memantau kondisi ketersediaan air bersih di Desa Dodaga dan wilayah rawan kekeringan lainnya di Maluku Utara.
"Kami memperkuat koordinasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Sebagai tindak lanjut, kami juga akan terus memantau kondisi ketersediaan air bersih serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila kondisi kekeringan masih berlangsung," tutup Saleh.
Pemerintah desa setempat diminta melaporkan perkembangan kebutuhan warga secara berkala agar respons bantuan dapat bergerak cepat jika krisis air berlanjut.