PULAU MOROTAI — Warga di dua kecamatan di Pulau Morotai akhir pekan ini bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah dari pasaran. Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah kabupaten menyasar Desa Posi-Posi, Kecamatan Pulau Rao, dan Desa Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat.
Antusiasme warga terlihat sejak pembukaan. Mereka memanfaatkan kesempatan membeli komoditas strategis yang harganya dipotong hingga puluhan ribu rupiah per kilogram.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat menyediakan sejumlah bahan pokok dengan harga subsidi. Bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp50 ribu per kilogram, lebih murah Rp20 ribu dari harga pasar yang menyentuh Rp70 ribu.
Cabai keriting dipatok Rp40 ribu per kilogram, sementara di pasar tembus Rp50 ribu. Cabai rawit atau rica nona dijual Rp52 ribu per kilogram, terpaut Rp8 ribu dari harga normal. Adapun tomat hanya Rp10 ribu per kilogram, separuh dari harga pasar yang mencapai Rp20 ribu.
Minyak goreng merek Minyakita menjadi salah satu primadona. Pemerintah menyediakan stok sebanyak 600 liter dengan harga Rp15 ribu per liter, jauh di bawah harga pasar Rp24 ribu per liter. Sementara telur ayam dijual Rp50 ribu per rak, lebih murah Rp20 ribu dari harga normal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengatakan GPM kali ini bagian dari stabilisasi pasokan dan harga pangan. “Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pangan yang murah dan terjangkau,” ujarnya, Selasa (28/7).
Tamhid menegaskan, GPM tidak lagi sekadar agenda musiman. Pemerintah berkomitmen menggelar operasi pasar ini secara berkala di berbagai wilayah. “Ini komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi melalui stabilisasi harga pangan,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi strategi konkret Pemkab Morotai dalam menghadapi fluktuasi harga yang kerap membebani rumah tangga, terutama di daerah kepulauan dengan akses distribusi terbatas.