MALUKU UTARA — Pertarungan utama UFC 329 di Las Vegas, Minggu (16/6) dini hari WIB, berakhir dramatis. Conor McGregor harus menyerah di ronde ketiga setelah kaki kirinya cedera parah akibat tebasan low kick Max Holloway. Keputusan wasit menghentikan laga pun memicu perdebatan sengit di kalangan petarung.
Poirier, yang pernah dua kali berhadapan dengan McGregor, menilai pertarungan seharusnya dihentikan lebih awal. "Dia (McGregor) jelas tidak bisa berdiri dengan benar sejak ronde kedua. Saya lihat kakinya sudah tidak menapak. Memalukan kalau ada yang bilang dia sengaja menyerah," ujar Poirier dalam wawancara usai laga.
Chandler, yang juga pernah menjadi lawan McGregor, menyoroti risiko cedera yang lebih besar jika pertarungan dilanjutkan. "Saya pernah mengalami cedera seperti itu. Tulang kering retak, rasanya seperti ditusuk setiap kali menapak. Wasit sudah tepat menghentikan. Ini soal keselamatan petarung," tegas Chandler.
McGregor tampil agresif di ronde pertama, namun Holloway mulai mengincar kaki kirinya sejak menit ketiga. Tendangan rendah beruntun membuat petarung asal Irlandia itu mulai pincang di ronde kedua. Memasuki ronde ketiga, McGregor nyaris tidak bisa bergerak dan hanya bertahan di pinggir octagon sebelum wasit memutuskan menghentikan pertarungan pada menit 2:34.
Tak semua pihak sepakat dengan pembelaan Poirier dan Chandler. Sebagian penggemar menilai McGregor, yang sebelumnya juga cedera kaki saat kalah dari Dustin Poirier di UFC 264 pada 2021, terlalu cepat menyerah. Namun, analis UFC Daniel Cormier menilai cedera kaki adalah salah satu yang paling menyakitkan dalam MMA. "Begitu tulang kering retak, petarung kehilangan 70 persen kemampuannya. McGregor tidak punya pilihan," ucap Cormier.
Kekalahan ini membuat McGregor menelan tiga kekalahan beruntun di UFC. Cedera kaki juga kembali menghantui kariernya setelah sebelumnya ia harus menjalani operasi pasca-laga melawan Poirier tiga tahun lalu. Hingga berita ini diturunkan, McGregor belum memberikan pernyataan resmi mengenai kondisi kesehatannya.