TOBELO — Insiden kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 15.50 WIT di lokasi yang tidak jauh dari Pos Marnit Polairud Tobelo. Perahu karet milik petugas langsung dikerahkan menuju titik koordinat setelah laporan darurat masuk.
Keempat korban diketahui sedang asyik memancing di perairan tersebut. Belum diketahui pasti penyebab perahu oleng hingga akhirnya terbalik. Beruntung, posisi perahu yang terbalik masih memungkinkan para korban bertahan di atas lambung kapal.
Petugas tiba di lokasi dalam waktu singkat. Seluruh anak berhasil dievakuasi tanpa mengalami cedera serius. Mereka langsung dibawa ke Pos Marnit Tobelo untuk mendapatkan penanganan awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kasat Polairud Polres Halut, IPTU Agus Dwi Sunarto, mengapresiasi kesigapan personel di lapangan. Ia menegaskan bahwa insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir.
"Kegiatan penyelamatan berlangsung aman dan kondusif. Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama akan pentingnya keselamatan di perairan," kata Agus dalam keterangannya, Minggu.
Agus mengimbau para nelayan dan warga yang kerap memancing untuk selalu memprioritaskan keselamatan. Penggunaan jaket pelampung atau life jacket menjadi keharusan, terutama saat cuaca tidak menentu. Memantau kondisi cuaca sebelum bertolak juga dinilai krusial untuk menghindari kejadian serupa.
Perairan Halmahera Utara, khususnya di sekitar Tobelo, merupakan jalur aktivitas nelayan dan transportasi laut. Kondisi cuaca yang cepat berubah kerap menjadi faktor utama kecelakaan. Meski demikian, respons cepat aparat kali ini berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa.
Keempat anak yang selamat kini telah kembali ke rumah masing-masing dalam kondisi sehat. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada tim penyelamat yang bertindak sigap.