Chip STMicroelectronics Asal Eropa Ditemukan di 270 Drone Rusia, Rantai Pasok China Sulit Dihentikan

Penulis: Hendri Saputra  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 18:18:01 WIB
Chip STM32 buatan STMicroelectronics ditemukan dalam 270 drone milik Rusia, menurut data intelijen Ukraina.

MALUKU UTARA — Data intelijen militer Ukraina menunjukkan chip STM32 buatan STMicroelectronics menjadi komponen Eropa paling dominan di persenjataan Rusia. Jumlahnya dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan chip pabrikan Eropa lain yang tercatat di database yang sama.

Bagaimana chip asal Swiss ini bisa sampai ke tangan pabrikan drone Rusia? Rantai pasoknya ternyata berliku dan melibatkan sejumlah perusahaan China.

STMicroelectronics menunjuk Avnet, distributor berbasis di Phoenix, AS, sebagai mitra utama untuk lini mikrokontroler STM32. Cabang Avnet di Hong Kong kemudian menjual chip tersebut dalam volume besar ke Shenzhen Hobbywing Technology, produsen sistem propulsi drone asal China. Nilai pembelian Hobbywing dari anak usaha Avnet ini melonjak dari sekitar 400.000 dolar AS (Rp 6,6 miliar) pada 2024 menjadi 1,95 juta dolar AS (Rp 32,1 miliar) pada 2025.

Peran Perantara dan Sanksi yang Gagal Membendung

Hobbywing kemudian merakit chip STM32 ke dalam pengendali kecepatan elektronik (ESC) yang dijual ke Nanchang Sanrui Intelligence Technology, perusahaan di balik merek motor drone T-Motor. Sanrui tercatat membeli ESC dari Hobbywing senilai lebih dari 7 juta dolar AS (Rp 115,5 miliar) hanya dalam paruh pertama 2025.

Anak usaha Sanrui, Jiangxi Xintuo, telah masuk daftar hitam Washington karena terbukti mengekspor teknologi drone yang mendukung militer Rusia. Catatan perdagangan menunjukkan Xintuo mengirimkan produk T-Motor ke setidaknya enam pembeli di Rusia yang kemudian juga terkena sanksi.

Meski sanksi telah dijatuhkan terhadap Xintuo dan Sanrui, kedua perusahaan itu cepat beradaptasi. Sanrui disebut telah mencari mitra dagang baru dan mengekspor produk melalui jaringan yang mereka sebut "jaringan Eropa Timur". Situs web yang terkait dengan Xintuo yang terkena sanksi pun masih menjual produk T-Motor secara global dan masih menerima pembayaran kartu kredit utama hingga bulan ini.

Mengapa Rantai Pasok Ini Sulit Diputus

Samuel Bendett, peneliti yang fokus pada teknologi militer Rusia, menilai Beijing memainkan peran besar dalam membantu Moskow menghindari sanksi. "Tidak ada cara langsung untuk menghentikannya," ujarnya, menggambarkan bagaimana komponen serbaguna (dual-use) bergerak melalui jaringan perdagangan sipil.

Para analis mencatat, begitu sebuah chip masuk ke rantai manufaktur China, pelacakan asal-usulnya menjadi sangat sulit. Para ahli hukum menyebut proses ini sebagai substantial transformation, di mana komponen dirakit menjadi produk baru sebelum mencapai tujuan akhir. Catatan yang ditinjau pun tidak memastikan bahwa chip yang ditemukan di Ukraina mengikuti rute dokumentasi yang persis sama.

Lilly Lee, peneliti di DSET think tank Taiwan yang mempelajari industri drone China, menambahkan bahwa industri drone sipil yang masif di China pada dasarnya bersifat dual-use. "Tujuannya bukan sekadar membuat drone China... Ini untuk memastikan skala dan memperkuat sistem yang dapat menyerap masukan medan perang dunia nyata," katanya. Ia berargumen, industri sebesar itu terbukti lebih sulit dibongkar melalui sanksi atau perang.

Dinamika ini menunjukkan bahwa memutus satu jalur pasokan jarang cukup untuk menghentikan chip mencapai medan perang. Perdagangan sipil yang kuat antara China dan Rusia, bahkan tanpa kerja sama pemerintah yang eksplisit, mampu menopang aplikasi militer.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top