MALUKU UTARA — IHSG mengawali perdagangan hari ini dengan sentimen positif setelah pada Kamis (9/7) ditutup di zona hijau. Data RTI Infokom mencatat nilai transaksi mencapai Rp12,05 triliun dengan volume 27,08 miliar saham dan frekuensi 2,24 juta kali transaksi. Sebanyak 327 saham menguat, 275 saham terkoreksi, dan 190 saham stagnan pada penutupan kemarin.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.083-6.203. Namun, ia mengingatkan adanya peluang koreksi ke kisaran 5.752-5.797. "Kami memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.083-6.203, namun tetap cermati peluang koreksi ke kisaran 5.752-5.797," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Ia memproyeksikan rentang support IHSG hari ini berada di level 5.486 dan 5.317, sementara resistance di 6.007 dan 6.286. Herditya merekomendasikan saham BUVA, ICBP, KLBF, dan VKTR untuk dicermati.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memiliki pandangan berbeda. Ia melihat IHSG berpeluang menguji resistance Fibonacci di level 5.965. "Namun jika gagal menembus level tersebut, indeks berisiko terkoreksi menguji 5.797," jelas Ivan.
Ivan memprediksi support IHSG berada di 5.871, 5.739, 5.607, dan 5.472, dengan resistance di 6.083, 6.256, 6.545, dan 6.835. Rekomendasi sahamnya meliputi ADMR, ADRO, dan UNVR.
Perbedaan proyeksi antara kedua analis mencerminkan ketidakpastian arah indeks jangka pendek. Herditya cenderung lebih optimistis dengan target resistance yang lebih tinggi, sementara Ivan lebih konservatif dengan mengacu pada level Fibonacci.
Level 5.965 menjadi titik krusial yang ditunggu pasar. Jika IHSG mampu menembus level tersebut, potensi kenaikan menuju 6.083 atau lebih terbuka lebar. Sebaliknya, kegagalan menembus level ini bisa memicu tekanan jual yang membawa indeks kembali ke kisaran 5.797.
Investasi mengandung risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca berdasarkan analisis dan profil risiko masing-masing.