MOROTAI — Sebanyak 10 kabupaten/kota di Maluku Utara bertarung di cabang atletik POPDA XII yang resmi ditutup Kamis (9/7/2026) di Pulau Morotai. Kota Tidore Kepulauan keluar sebagai yang terkuat dengan koleksi enam medali emas, unggul dua emas dari Kota Ternate di posisi kedua. Halmahera Utara melengkapi tiga besar dengan dua emas.
Ketua Panitia POPDA XII Maluku Utara, Sukur Lila, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang perlombaan. "POPDA bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi wadah pembinaan atlet usia pelajar sekaligus tempat lahirnya bibit-bibit unggul olahraga Maluku Utara," ujarnya kepada RRI di sela penutupan.
Klasemen akhir menunjukkan dominasi Tidore di lintasan dan lapangan. Kota Ternate mengamankan posisi runner-up dengan 4 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Halmahera Utara mengoleksi 2 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Pulau Morotai sebagai tuan rumah menempati peringkat keempat dengan 2 emas dan 3 perak.
Di luar tiga besar, Halmahera Selatan mencatatkan 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Kepulauan Sula mengumpulkan 1 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Halmahera Tengah membawa pulang 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Halmahera Timur meraih 2 perak dan 1 perunggu, sementara Halmahera Barat hanya mendapat 2 perunggu. Pulau Taliabu belum berhasil merebut medali.
Sukur Lila menekankan bahwa prestasi yang diraih para atlet pelajar harus menjadi modal awal, bukan akhir. Ia mengingatkan para peraih medali agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Atlet yang belum berhasil naik podium diminta menjaga semangat berlatih karena kekalahan merupakan bagian dari proses pembinaan.
Menurut Sukur, pembinaan atlet harus berlanjut setelah POPDA berakhir melalui sinergi pemerintah daerah, sekolah, organisasi olahraga, pelatih, dan orang tua. "Pembinaan yang berkesinambungan akan melahirkan atlet berkarakter dan berprestasi yang mampu bersaing di level lebih tinggi," katanya.
Ia mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan perhatian terhadap olahraga usia dini. Caranya melalui kompetisi berjenjang, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta peningkatan kualitas pelatih. "Melalui pembinaan yang konsisten, kami optimistis prestasi olahraga Maluku Utara akan semakin maju," ujar Sukur.
Prosesi pengalungan medali dilakukan oleh Wakil Bupati Pulau Morotai Rio Christian Pawane bersama Ketua DPRD setempat, Staf Khusus Gubernur Bidang Olahraga, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku Utara Nany Iriana Pakaya, Danlanal Morotai, serta sejumlah pejabat Pemkab Pulau Morotai. Seluruh rangkaian pertandingan atletik berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari tenaga medis, aparat keamanan, hingga relawan.