RSUD Chasan Boesoirie Ternate Bekali 40 Pegawai Baru dengan Materi Keselamatan Pasien dan BHD

Penulis: Kemal Batubara  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 17:46:01 WIB
pegawai baru RSUD Chasan Boesoirie Ternate mengikuti orientasi keselamatan pasien dan Bantuan Hidup Dasar.

TERNATE — Manajemen RSUD Chasan Boesoirie tidak ingin pegawai baru hanya mengandalkan kompetensi teknis semata. Lewat orientasi yang berlangsung dua hari itu, mereka dibekali materi Pengelolaan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Bekal Dasar yang Harus Diterapkan, Bukan Sekadar Formalitas

Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes, menegaskan bahwa materi yang diberikan bukan sekadar memenuhi syarat akreditasi. Menurutnya, pemahaman soal etika profesi dan sistem manajemen rumah sakit menjadi fondasi yang wajib diimplementasikan setiap hari.

“Kompetensi teknis saja belum cukup untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Setiap tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung harus memiliki pemahaman yang sama mengenai etika profesi, sistem manajemen rumah sakit, serta pentingnya keselamatan pasien,” ujar Rosita saat membuka kegiatan.

Pasien Lebih Ingat Cara Diperlakukan daripada Obat yang Diberi

Rosita mengingatkan bahwa masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan mendapat pertolongan. Pelayanan yang profesional, cepat, tepat, ramah, dan penuh empati menjadi kunci yang tidak bisa ditawar. Ia menyebut, yang sering dikenang pasien bukan hanya keberhasilan pengobatan, melainkan bagaimana mereka diperlakukan selama dirawat.

“Masyarakat datang ke rumah sakit dengan harapan memperoleh pertolongan. Karena itu, pelayanan harus profesional, cepat, tepat, ramah, dan penuh empati. Yang sering dikenang pasien bukan hanya keberhasilan pengobatannya, melainkan bagaimana mereka diperlakukan,” tambahnya.

Harapan Lahirnya Agen Perubahan di Setiap Unit

Melalui orientasi ini, manajemen RSUD Chasan Boesoirie berharap para pegawai baru mampu menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing. Budaya disiplin, saling menghormati, dan konsistensi dalam mengutamakan keselamatan pasien menjadi target yang ingin ditanamkan sejak awal.

Rumah sakit yang berlokasi di Kota Ternate ini menargetkan layanan yang aman dan profesional bagi masyarakat Maluku Utara. Langkah orientasi ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan di daerah.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top