TAHANE — Proyek yang semestinya menjadi penopang ekonomi nelayan di pesisir Halmahera Utara itu kini hanya menyisakan bangunan megah tanpa fungsi. Pabrik es berkapasitas 1 ton dan cold storage 30 ton yang dibangun di Desa Tahane, Kecamatan Malifut, tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera dioperasikan.
Padahal, nilai investasi yang digelontorkan tergolong besar. Data yang dihimpun menyebutkan total anggaran mencapai Rp 10,5 miliar lebih, tersebar dalam tiga paket pekerjaan yang dikerjakan oleh kontraktor berbeda.
Paket pertama adalah pembangunan pabrik es kapasitas 1 ton oleh CV Abdi Nusantara senilai Rp 1.390.726.904. Kontrak ditandatangani pada 6 Juli 2023 dengan masa kerja 150 hari kalender.
Paket kedua, pembangunan sarana dan prasarana sentra kelautan oleh CV Iftih Anugerah senilai Rp 5.362.432.239,89. Sementara paket ketiga, cold storage 30 ton oleh CV Birinoa Perkasa senilai Rp 3.773.152.826,63. Dua paket terakhir tidak mencantumkan jangka waktu pelaksanaan dalam dokumen kontrak.
Ketidakhadiran fasilitas penyimpanan membuat nelayan di Malifut terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga murah. Ikan tangkapan yang seharusnya bisa disimpan dan didistribusikan ke pasar lebih luas justru cepat membusuk karena tak ada es batu maupun ruang pendingin.
Sejumlah sumber menyebut proyek ini merupakan bagian dari usulan pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019-2024, Sahril Taher. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kemacetan operasional.
Hingga berita ini diturunkan, DKP Provinsi Maluku Utara dan Sahril Taher belum memberikan keterangan resmi. Tidak ada pernyataan mengenai status teknis fasilitas, rencana pengelolaan, maupun alasan mengapa proyek yang menelan miliaran rupiah itu dibiarkan mangkrak.
Kondisi ini memunculkan sorotan serius terhadap kualitas perencanaan dan pengawasan anggaran daerah. Di saat nelayan Halmahera Utara membutuhkan infrastruktur penyimpanan untuk menjaga mutu dan harga jual ikan, yang tersisa di Desa Tahane hanyalah bangunan besar yang belum memberi manfaat apa pun.