TERNATE — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate mendapat angin segar setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan sinyal positif terhadap rencana perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Harapan itu disampaikan Rektor IAIN Ternate, Adnan Mahmud, usai pertemuan dengan Menag di sela-sela pembukaan Gerakan Literasi Madrasah (Galatama) II di Lapangan Ngara Lamo, Kota Ternate.
“Alhamdulillah, kalau ada pernyataan dari Pak Wakil Gubernur maupun Pak Menteri seperti itu, kami tentu sangat bersyukur. Harapan kami, pada 2026 usulan alih status ini bisa masuk dalam skema yang diajukan Kementerian Agama,” kata Adnan kepada Istana FM, Senin (6/1).
Kendala utama yang dihadapi IAIN Ternate adalah aturan baru dalam Peraturan Menteri Agama Tahun 2024 yang mensyaratkan jumlah mahasiswa minimal 4.000 orang. Saat ini, kampus tersebut baru memiliki sekitar 3.000 lebih mahasiswa. Menurut Adnan, angka ini sulit dipenuhi mengingat jumlah penduduk Maluku Utara yang hanya sekitar 1,3 juta jiwa, ditambah persaingan ketat dengan puluhan perguruan tinggi lain di daerah tersebut.
“Dengan kondisi jumlah penduduk di Maluku Utara, sangat sulit bagi kami memenuhi syarat 4.000 mahasiswa. Karena itu kami mengusulkan adanya afirmasi bagi daerah dengan jumlah penduduk yang terbatas,” ujarnya.
Usulan afirmasi ini, kata Adnan, telah dipaparkan kepada tim Kementerian Agama. Tim tersebut disebut memberikan apresiasi dan merekomendasikan agar proses alih status IAIN Ternate mendapat perlakuan khusus dalam pembahasan di tingkat kementerian.
Adnan mengaku optimistis karena Menteri Agama Nasaruddin Umar memiliki kedekatan emosional dengan Maluku Utara, khususnya Kota Ternate. Ia menegaskan bahwa dalam beberapa kali pertemuan, Menag menyebut Ternate sebagai salah satu prioritas pengembangan pendidikan tinggi keagamaan.
“Kami beberapa kali bertemu dengan Pak Menteri, dan beliau menyampaikan bahwa Ternate menjadi salah satu prioritas. Itu menjadi harapan bagi kami,” kata Adnan.
Meski dukungan dari pimpinan kementerian sudah diperoleh, Adnan mengingatkan bahwa keputusan akhir soal alih status ini akan melibatkan pembahasan lintas kementerian. Ia pun meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Maluku Utara agar proses ini berjalan lancar.
“Yang terpenting saat ini adalah respons positif dari Pak Menteri. Selanjutnya proses ini akan dibahas bersama kementerian terkait dan itu yang akan terus kami kawal,” pungkasnya.