Pemerintah Pastikan Harga BBM B50 per Liter Ikuti Formula Solar yang Berlaku, Tak Ada Kenaikan Khusus

Penulis: Jamal Nasution  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 13:37:01 WIB
Pemerintah pastikan harga BBM B50 per liter mengikuti formula harga solar yang berlaku tanpa kenaikan khusus.

MALUKU UTARA — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan tidak ada formula harga khusus untuk B50. "Kalau harga kan mengikuti harga BBM yang sudah biasanya saja, enggak ada hal khusus," ujarnya di Jakarta. Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran bahwa kenaikan kadar biodiesel dari 40 persen menjadi 50 persen akan langsung membebani kantong konsumen.

Masa Transisi Tiga Bulan untuk Habiskan Stok B40

Implementasi B50 secara nasional akan dimulai pertengahan 2026, namun pemerintah memberi kelonggaran tiga bulan bagi seluruh pihak. "Masih ada sisa-sisa B40 itu dihabiskan dulu, diberi waktu sampai dengan 3 bulan," kata Laode. Selama masa jeda ini, proses pencampuran (blending) di depot BBM akan disesuaikan secara bertahap hingga pasokan B50 mencapai 100 persen.

Uji Jalan 50.000 Km: Mesin Aman, Filter Bahan Bakar dalam Kondisi Baik

Hasil uji jalan B50 pada kendaraan diesel menunjukkan hasil menggembirakan. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi melaporkan bahwa kendaraan kategori di atas 3,5 ton telah menuntaskan target jarak tempuh 40.000 km tanpa kendala signifikan. Sementara untuk kendaraan di bawah 3,5 ton, pengujian baru mencapai 40.000 km dari target 50.000 km, dengan kondisi mesin dan filter bahan bakar masih dalam batas standar rekomendasi pabrikan.

"Pada Mei nanti semua (kendaraan) sektor otomotif untuk di bawah 3,5 ton mencapai target 50 ribu km," ucap Eniya. Setelah itu, seluruh mesin akan diperiksa untuk memastikan ketahanan komponen terhadap campuran biodiesel 50 persen.

Kualitas B100 untuk B50 Lebih Ketat dari B40

Pengujian laboratorium awal 2025 hingga uji lapangan di sektor otomotif, angkutan laut, alat pertanian, tambang, kereta api, dan pembangkit menunjukkan spesifikasi B50 lebih baik dari pendahulunya. Tiga parameter utama mengalami perbaikan signifikan: kadar air turun menjadi maksimum 300 ppm (dari 320 ppm di B40), monogliserida maksimum 0,47 persen massa (dari 0,5 persen), dan kestabilan oksidasi naik menjadi minimal 900 menit (dari 720 menit).

Perbaikan ini penting karena kadar air dan monogliserida yang lebih rendah mengurangi risiko korosi pada injektor dan sistem bahan bakar. Sementara kestabilan oksidasi yang lebih tinggi memastikan B50 tidak cepat terdegradasi selama penyimpanan.

Apa Itu B50 dan Siapa yang Paling Terdampak?

B50 adalah campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit (FAME) dengan 50 persen solar fosil. Kandungan nabatinya naik 10 persen dari B40. Program mandatori ini merupakan kelanjutan dari B20, B30, dan B40 yang sudah berjalan sejak satu dekade terakhir.

Dampak paling langsung akan dirasakan pemilik kendaraan diesel komersial—bus, truk logistik, dan armada tambang—yang selama ini menjadi konsumen utama solar subsidi maupun nonsubsidi. Bagi pengguna kendaraan pribadi bermesin diesel, pemerintah belum mengumumkan apakah akan ada pembatasan atau penyesuaian harga khusus.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top