TOBELO — Suasana berbeda terlihat di halaman Kantor Bupati Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Sabtu pagi. Puluhan pejabat dan aparat keamanan berjejer menyambut kedatangan Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Seno ‘Inno’ Ngutra, yang tengah melakukan kunjungan pastoral ke wilayah tersebut.
Penyambutan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Halmahera Utara, Drs. E.J. Papilaya, MTP. Ia mewakili Bupati yang berhalangan hadir. Turut mendampingi, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav. Ramdhani Akbar, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, Pastor Paroki Tobelo Johanes Ouduka, Pr., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Usai prosesi, Sekda Papilaya menyampaikan sambutan hangat di lobi kantor bupati. Ia menegaskan bahwa kehadiran Uskup Amboina merupakan kehormatan besar bagi seluruh masyarakat Halmahera Utara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Uskup beserta rombongan di Bumi Hibualamo. Kehadiran Bapak Uskup merupakan suatu kehormatan sekaligus membawa sukacita bagi seluruh masyarakat Halmahera Utara,” ujar Papilaya dalam sambutannya.
Ia berharap kunjungan pastoral ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu mempererat hubungan antara gereja, pemerintah, dan masyarakat. Menurutnya, kerukunan umat beragama adalah modal dasar pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara senantiasa berkomitmen mendukung kehidupan beragama yang harmonis sebagai modal utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang aman, maju, dan sejahtera. Kami percaya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan akan terus menghadirkan nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan pelayanan bagi masyarakat,” tuturnya.
Setelah jamuan makan bersama di Kantor Bupati, rombongan Uskup Amboina melanjutkan perjalanan menuju Gereja Katolik Santa Maria di Desa Gura, Kecamatan Tobelo. Di sana, Mgr. Seno Ngutra dijadwalkan melaksanakan rangkaian agenda pastoral bersama umat Katolik setempat.
Kunjungan ini menjadi simbol kuatnya toleransi di Halmahera Utara, daerah yang dikenal dengan keberagaman agama dan budaya. Kehadiran Forkopimda dalam penyambutan menunjukkan bahwa hubungan antarlembaga—baik pemerintah, TNI, Polri, maupun tokoh agama—berjalan erat.