MALUKU UTARA — Laga Argentina vs Cape Verde berlangsung di Stadion Miami, Sabtu (4/7) dini hari pukul 05.00 WIB. Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Cape Verde yang tampil perkasa di fase grup. Namun, kelas Argentina sebagai juara bertahan terbukti terlalu berat bagi tim debutan ini.
Cape Verde datang dengan status runner-up Grup H. Mereka sukses menahan imbang Spanyol, lalu memaksa Uruguay dan Arab Saudi berbagi angka. Hasil tersebut membuat Uruguay, tim unggulan, harus pulang lebih awal dari turnamen.
Di sisi lain, Argentina tampil sempurna di fase grup. Lionel Messi dan kolega meraih tiga kemenangan beruntun, menunjukkan konsistensi permainan yang diincar pelatih Lionel Scaloni. Status juara bertahan sejak Qatar 2022 membuat mereka dijagokan.
Pertandingan berjalan satu arah sejak menit awal. Argentina mendominasi penguasaan bola, sementara Cape Verde memilih bertahan rapat. Vozinha, kiper Cape Verde, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial di 20 menit pertama.
Namun, Lionel Messi tetap menemukan celah. Pada menit ke-34, Messi menerima umpang terobosan dari Julian Alvarez, mengecoh satu bek, dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, Argentina meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-58, Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor. Kali ini, tendangan bebasnya melengkung melewati pagar betis dan bersarang di sudut kiri gawang Cape Verde.
Cape Verde berusaha bangkit, tapi pertahanan Argentina yang dikomandoi Cristian Romero terlalu solid. Peluang emas Cape Verde melalui Ryan Mendes pada menit ke-72 berhasil digagalkan oleh Emiliano Martinez.
Gol penutup datang pada menit ke-81. Lautaro Martinez memanfaatkan umpang silang dari Nahuel Molina untuk menanduk bola masuk ke gawang Vozinha. Skor 3-0 menjadi akhir perlawanan Cape Verde.
Kemenangan ini memastikan Argentina melaju ke babak 16 besar. Messi kini tercatat sebagai top skor sementara tim dengan 5 gol di turnamen. Bagi Cape Verde, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir, tapi penampilan mereka layak diapresiasi sebagai tim kuda hitam yang merepotkan unggulan.