HALMAHERA BARAT — Gempa bumi tektonik mengguncang kawasan pesisir barat Maluku Utara, Jumat (3/7) siang. Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima BMKG, guncangan terkuat dirasakan di Halmahera Utara pada skala intensitas III-IV MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, gerabah pecah, serta jendela dan pintu berderik.
Guncangan skala III MMI juga dilaporkan terasa di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai. Sementara itu, getaran skala II-III MMI mencapai Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango di Provinsi Gorontalo.
BMKG mencatat episenter gempa berada 67 kilometer barat laut Halmahera Barat dengan kedalaman 100 kilometer. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis menjelaskan gempa ini termasuk jenis menengah.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas deformasi batuan dalam lempeng Laut Maluku," kata Wijayanto.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pergerakan geser naik (oblique thrust fault). BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," demikian peringatan resmi BMKG kepada warga di wilayah terdampak.