Danantara Resmi Merger 7 BUMN Logistik Jadi Satu, Pos Indonesia Jadi Andalan Integrasi

Penulis: Galih Prayoga  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 14:39:01 WIB
Penandatanganan Shareholders Agreement menandai resmi merger tujuh BUMN logistik menjadi PT Multiterminal Indonesia.

MALUKU UTARA — Langkah konsolidasi BUMN logistik ini resmi dimulai dengan penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan di Jakarta. Tujuh perusahaan yang dilebur adalah Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics. Setelah merger, hanya PT Multiterminal Indonesia yang akan bertahan sebagai perusahaan hasil penggabungan.

Mengapa Tujuh BUMN Logistik Harus Digabung?

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM), Aurelius Altius Rosimin, menjelaskan bahwa penggabungan ini merupakan bagian dari strategi transformasi portofolio untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. “Penggabungan ini bertujuan untuk memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini mengganjal efisiensi logistik pelat merah,” ujarnya di Pos Bloc, Jakarta.

Selama ini, banyak BUMN logistik berjalan sendiri-sendiri dengan layanan yang saling tumpang tindih. Akibatnya, biaya logistik Indonesia masih berada di atas rata-rata negara tetangga. Dengan skala yang lebih besar setelah merger, perusahaan baru diharapkan bisa menekan duplikasi fungsi dan biaya operasional secara signifikan.

Pos Indonesia: Jangkar Utama Ekosistem Logistik Nasional

Dalam konsolidasi ini, PT Pos Indonesia (Persero) ditunjuk sebagai pemegang saham jangkar. Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, menyatakan kesiapan perusahaannya memimpin transformasi ini. Ia mengungkapkan, Pos Indonesia saat ini didukung jaringan 5.597 titik layanan yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, dengan armada sebanyak 8.032 unit dan jangkauan ke lebih dari 220 negara.

“Perusahaan melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan dan memproses lebih dari 300 ribu paket per hari,” kata pria yang akrab disapa Jos tersebut. Infrastruktur yang solid ini diyakini menjadi fondasi kuat untuk mengintegrasikan layanan multimoda dan digitalisasi logistik nasional.

Jaminan Layanan Tetap Aman Selama Transisi

Daud Joseph memastikan proses integrasi akan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko yang ketat. Selama masa transisi yang berjalan bertahap, ia menjamin operasional tidak akan terganggu. “Satu hal yang menjadi komitmen utama adalah menjaga kontinuitas layanan kepada seluruh pelanggan selama proses transformasi berlangsung. Para pelanggan dapat dipastikan tidak akan terganggu oleh proses penggabungan ini,” tambahnya.

Konsolidasi ini menjadi tonggak baru bagi BUMN logistik Indonesia. Dengan skala usaha yang lebih besar dan integrasi yang lebih rapi, daya saing layanan logistik nasional diharapkan bisa setara dengan pemain global, sekaligus menekan biaya distribusi barang di dalam negeri.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top