TIDORE — Sebanyak puluhan guru madrasah dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Tidore Kepulauan mengikuti forum peningkatan kompetensi yang digelar di Aula MTs Negeri 1 Tidore. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf.
Kepala Kantor Kemenag Kota Tidore Kepulauan, H. Lukmanuddin Abd. Rahman, menegaskan bahwa forum KKG-MGMP kali ini bukan sekadar pelatihan teknis. Pemanfaatan AI, menurutnya, harus tetap menjadikan guru sebagai pengendali utama proses pembelajaran, bukan sebaliknya.
"KKG-MGMP tahun ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam menyusun modul ajar yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab," ujar Lukmanuddin dalam sambutannya, Selasa (30/6).
Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara, H. Amar Manaf, memberikan apresiasi atas inisiatif Kemenag Kota Tidore yang mengintegrasikan KKG-MGMP untuk seluruh jenjang. Ia menekankan bahwa forum ini menjadi sarana strategis untuk menyamakan persepsi dalam implementasi kurikulum sekaligus mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Amar mengingatkan bahwa AI hanyalah instrumen pendukung. "Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan harus dipandang sebagai instrumen pendukung yang dapat membantu guru merancang pembelajaran secara lebih efektif tanpa mengurangi peran utama guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan bagi peserta didik," tegasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan materi teoretis. Mereka juga mengikuti praktik pemanfaatan berbagai platform kecerdasan buatan, diskusi kelompok sesuai jenjang pendidikan, hingga penyusunan produk modul ajar yang siap diimplementasikan di madrasah masing-masing.
Kemenag Kota Tidore Kepulauan berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi guru, tetapi juga mampu menghasilkan modul-modul ajar inovatif berbasis AI yang berkualitas, aplikatif, dan sesuai dengan karakteristik madrasah di daerah. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi digital yang selaras dengan kebijakan pendidikan nasional.