JAILOLO — Kepala BPIP RI, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D, menyatakan bahwa sosialisasi ini adalah langkah konkret menindaklanjuti program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia menjadi prioritas yang harus terus dijalankan di seluruh daerah, termasuk di wilayah timur Indonesia.
Yudian mengingatkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi membuka celah masuknya ideologi asing yang bisa menggerus nilai-nilai luhur bangsa. Menurutnya, dunia pendidikan menjadi garda terdepan dalam membentengi generasi muda.
“Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai program prioritas yang harus terus dijalankan di seluruh daerah,” ujar Yudian dalam sambutannya.
Ia menambahkan, peran aktif guru sangat krusial untuk mewariskan nilai-nilai Pancasila kepada murid-muridnya. “Penguatan ideologi Pancasila harus dimulai dari dunia pendidikan melalui peran aktif guru dan generasi muda guna menjaga serta mewariskan nilai-nilai luhur bangsa,” tegasnya.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku Utara, Kadri La Etje, yang mewakili Gubernur, menekankan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu keberagaman. Ia meminta agar sosialisasi empat pilar kebangsaan dilakukan secara berkelanjutan hingga ke tingkat desa.
“Empat pilar kebangsaan harus terus disosialisasikan secara berkelanjutan hingga ke pelosok desa demi menjaga keutuhan bangsa,” ujar Kadri di hadapan ratusan peserta.
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, menyampaikan apresiasi kepada BPIP karena memilih daerahnya sebagai lokasi sosialisasi. Menurut politikus Partai NasDem itu, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan dari kualitas karakter masyarakatnya.
“Halmahera Barat yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi harus terus menjaga serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada generasi muda sebagai penerus bangsa,” tegas Djufri.
Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang didominasi guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Halmahera Barat. Turut hadir pula pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Barat, Polres Halmahera Barat, dan Danramil Jailolo.
Sejumlah pejabat teras BPIP hadir sebagai narasumber, antara lain: