Konvoi hingga Bendera Brasil Terpanjang Warnai Euforia Kemenangan Tim Samba di Ternate, Maluku Utara

Penulis: Hendri Saputra  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 13:36:01 WIB
Ribuan pendukung Timnas Brasil merayakan kemenangan di jalan protokol Kota Ternate.

TERNATE — Ribuan warga yang mengaku sebagai pendukung setia Timnas Brasil menggelar pesta rakyat di sepanjang jalan protokol Kota Ternate, Kamis malam. Mereka merayakan kemenangan tim Samba yang sukses mengalahkan Skotlandia dengan skor 3-0 pada laga fase grup Piala Dunia 2026.

Konvoi kendaraan roda dua dan empat memadati jalan sambil membunyikan klakson dan meneriakkan yel-yel dukungan. Warna kuning, hijau, dan biru mendominasi sepanjang iring-iringan, dengan sebagian besar peserta mengenakan jersey khas Brasil.

Bendera Raksasa Jadi Magnet Warga

Puncak selebrasi terjadi saat para suporter secara bergotong-royong membentangkan bendera Brasil berukuran panjang di tengah jalan. Bendera raksasa itu dibawa beramai-ramai saat melintasi kawasan pusat kota, menarik perhatian warga yang ikut berhenti di pinggir jalan.

"Ini momen yang kami tunggu. Kemenangan Brasil bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi alasan untuk merayakan kebanggaan terhadap tim favorit kami," ujar salah satu koordinator suporter yang turut dalam konvoi.

Antusiasme Tak Surut Meski Jarak Jauh

Para peserta konvoi tidak hanya membawa bendera, tetapi juga syal, spanduk, dan cat wajah bernuansa khas tim Samba. Suasana malam di Ternate berubah menjadi panggung selebrasi yang meriah, dengan sorak-sorai terdengar dari berbagai sudut kota.

Bagi komunitas penggemar sepak bola di Maluku Utara, momen ini menjadi potret menarik bagaimana gairah terhadap Piala Dunia mampu menjalar hingga ke daerah. Basis pendukung Brasil di Ternate dinilai cukup besar, terbukti dari antusiasme yang meluap dalam konvoi semalam.

Selebrasi berlangsung aman dan terkendali, meskipun sempat menyebabkan kemacetan di beberapa titik. Pihak kepolisian setempat disebutkan telah berjaga di sejumlah ruas jalan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top