MALUKU UTARA — PT Brantas Abipraya (Persero), salah satu perusahaan konstruksi milik negara, tengah melakukan ekspansi pada tim digitalnya. Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk melakukan digitalisasi proses bisnis internal melalui sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Odoo. Pengumuman rekrutmen ini dipublikasikan secara resmi melalui akun media sosial perusahaan di pertengahan Mei 2026.
Posisi Odoo Developer di lingkungan BUMN memiliki peran strategis. Kandidat terpilih tidak hanya bertanggung jawab pada penulisan kode, tetapi juga terlibat dalam menerjemahkan kebutuhan bisnis perusahaan yang kompleks menjadi solusi teknis yang efisien. Mengingat Brantas Abipraya adalah perusahaan infrastruktur berskala nasional, integrasi data antar proyek menjadi fokus utama dalam pengembangan sistem ini.
Kandidat yang mengisi posisi ini akan mengemban tanggung jawab penuh dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Fokus utamanya adalah melakukan kustomisasi modul Odoo agar sesuai dengan alur kerja spesifik di industri konstruksi. Berdasarkan informasi resmi, berikut adalah rincian tugas yang akan dijalankan:
Perseroan menetapkan standar teknis yang cukup spesifik guna memastikan kandidat mampu beradaptasi dengan infrastruktur IT yang sudah ada. Penguasaan bahasa pemrograman Python menjadi syarat mutlak, mengingat Odoo dibangun di atas bahasa tersebut. Berikut adalah kriteria lengkap yang harus dipenuhi pelamar: