Dua WNA Singapura Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Penulis: Hendri Saputra  •  Jumat, 08 Mei 2026 | 11:45:26 WIB
Dua WNA asal Singapura meninggal akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara.

TOBELO — Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memakan korban jiwa setelah letusan besar terjadi pada Jumat (8/5/2026) pagi. Dua warga negara asing (WNA) asal Singapura, Sahnaz dan Timo, dilaporkan meninggal dunia di area puncak, sementara satu pendaki bernama Enjel masih dalam pencarian.

Peristiwa tragis ini terjadi saat gunung api tersebut melontarkan kolom abu setinggi 10.000 meter di atas puncak sekitar pukul 07.41 WIT. Para korban diduga terjebak material pijar dan abu vulkanik pekat saat berada di zona berbahaya. Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan bersama TNI-Polri dan relawan masih berjibaku melakukan proses evakuasi di tengah kondisi medan yang ekstrem.

Pendakian Nekat di Zona Terlarang Sejak April

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, mengungkapkan bahwa aktivitas pendakian ke kawah sebenarnya sudah dilarang keras. Pihak otoritas telah menutup akses pendakian sejak pertengahan bulan lalu guna menghindari risiko erupsi mendadak.

“Mulai 17 April area kawah sudah tidak diizinkan untuk pendakian,” ujar Bambang.

Bambang menegaskan bahwa radius empat kilometer dari kawah merupakan zona merah yang tertutup bagi seluruh aktivitas masyarakat maupun wisatawan. Informasi mengenai adanya korban jiwa baru diketahui setelah sejumlah rekan korban berhasil turun dari kawasan gunung dalam kondisi panik dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

Lontaran Abu Vulkanik Mencapai 11.087 Meter

Berdasarkan pengamatan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, letusan kali ini merupakan salah satu yang terbesar dalam periode terakhir. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam pekat dengan intensitas tebal yang mengarah ke sisi utara.

Tinggi kolom abu vulkanik dilaporkan mencapai 11.087 meter di atas permukaan laut. Sebaran material vulkanik ini membuat jarak pandang di sekitar lereng gunung menjadi sangat terbatas, yang sekaligus menjadi tantangan utama bagi tim evakuasi dalam menjangkau titik keberadaan korban.

Tim SAR Gabungan Perluas Radius Pencarian

Upaya pencarian terhadap satu pendaki yang hilang, Enjel, terus diintensifkan oleh personel gabungan dari BPBD Halmahera Utara dan Basarnas. Petugas di lapangan harus ekstra waspada mengingat Gunung Dukono masih terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif.

Selain fokus pada pencarian, tim juga memprioritaskan evakuasi dua jenazah WNA yang sudah teridentifikasi lokasinya. Koordinasi dengan pihak konsulat Singapura diperkirakan akan segera dilakukan setelah proses evakuasi jenazah dari puncak gunung berhasil diselesaikan dan dibawa ke fasilitas medis terdekat.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top