Pemerintah Provinsi Maluku Utara menuntaskan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menyasar warga di pelosok pedesaan. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, turun langsung meninjau sekaligus menyerahkan kunci kepada keluarga penerima manfaat di Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/3/2026).
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 ini telah merampungkan lima unit rumah di desa tersebut. Sherly memastikan bahwa hunian yang dibangun telah memenuhi standar kelayakan bagi masyarakat setempat. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Malut dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui perbaikan kualitas tempat tinggal.
Di sela peninjauan fisik bangunan, Sherly Tjoanda menyempatkan diri berdialog dengan anak-anak yang berkumpul di sekitar lokasi. Gubernur yang dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas ini secara spontan menguji kemampuan berhitung anak-anak sekolah dasar di desa tersebut untuk mengetahui sejauh mana efektivitas proses belajar mengajar di sana.
"Jadi kamu sudah sekolah, kamu masuk sekolah berapa kali? su tambah pintar? mana doy," tanya Sherly saat berbincang dengan anak-anak, dikutip dari tayangan YouTube resminya, Rabu (6/5/2026).
Sherly memberikan tantangan hitung-hitungan sederhana mulai dari penjumlahan hingga perkalian. Dua anak setempat, Tarada dan Doy, tampak antusias menjawab rentetan pertanyaan dari orang nomor satu di Maluku Utara tersebut. Interaksi ini dilakukan untuk memastikan anak-anak di wilayah pesisir tetap mendapatkan pendidikan yang layak.
Aksi tanya jawab tersebut berlangsung cair saat Sherly mulai memberikan soal matematika dasar. "Coba dulu 2 tambah 2, nah 4 tambah 4 berapa, jari-jari kasih keluar ya, 8 tambah 2, hmm pintar," ucap Sherly sembari memberikan apresiasi kepada anak-anak yang berhasil menjawab dengan benar.
Gubernur juga memberikan pertanyaan jebakan seperti perkalian nol untuk mengasah ketelitian mereka. "10 kali 0, 6 kali 2 artinya 6 tambah 6, nah itu berapa?" lanjutnya. Pertanyaan tersebut langsung dijawab dengan kompak oleh Tarada dan Doy, "12 bu," sahut mereka.
Menutup kunjungannya, Sherly menitipkan pesan mendalam kepada para orang tua di Desa Kusu. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan harus didukung oleh lingkungan keluarga. "Ajar ya mamah di rumah," kata Sherly mengingatkan para ibu agar tetap mendampingi anak-anak mereka belajar di luar jam sekolah.