SOFIFI — Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menjalin kolaborasi dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Manado untuk menggarap program Digital Talent Scholarship (DTS) tahun 2026. Pertemuan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Gubernur, Lantai IV Kantor Gubernur Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, didampingi jajaran pimpinan daerah termasuk Kepala Dinas Kominfo Malut Iksan Arsad dan Kepala BKD Zulkifli Bian. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal pemetaan kebutuhan kompetensi digital bagi masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Maluku Utara.
Program DTS 2026 di Maluku Utara akan menyasar empat sektor utama: pendidikan, ekonomi desa, pemberdayaan masyarakat, dan transformasi birokrasi. Pada sektor pendidikan, pelatihan difokuskan bagi guru, siswa sekolah rakyat, hingga mahasiswa vokasi untuk memperkecil kesenjangan literasi teknologi.
Untuk sektor ekonomi desa, program ini menargetkan penguatan tata kelola koperasi desa atau kelurahan "Merah Putih". Sementara itu, pemberdayaan masyarakat umum akan menyasar pelaku UMKM dan komunitas lokal melalui pelatihan keterampilan digital dasar agar lebih kompetitif di pasar daring.
“Pada sektor birokrasi, program Government Transformation Academy (GTA) akan menyasar aparatur sipil negara (ASN) agar lebih adaptif terhadap perkembangan digital,” ujar Sherly Tjoanda saat memberikan arahan dalam pertemuan tersebut.
Kepala BLSDM Komdigi Manado, Arsyad, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menjalankan pilot project sebelum program utama 2026 dimulai. Saat ini, sebanyak 30 ASN di lingkungan BPSDM Maluku Utara tengah mengikuti pelatihan khusus terkait pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Langkah ini diambil untuk memastikan birokrasi di Maluku Utara tidak tertinggal dalam adopsi teknologi terbaru. Arsyad menyebut Gubernur memberikan atensi khusus pada penguatan kepemimpinan digital (digital leadership) bagi para pejabat struktural eselon II, III, dan IV.
“Ibu Gubernur merespons sangat baik, khususnya terkait pelatihan kepemimpinan digital bagi pejabat eselon II, III, dan IV. Saat ini kami juga tengah melaksanakan pelatihan bagi 30 ASN di BPSDM Malut dengan fokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI),” jelas Arsyad.
Pemerintah daerah dan Komdigi sepakat untuk menjadwalkan peluncuran resmi program DTS 2026 pada 20 Mei 2026. Momentum ini dipilih karena bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, sebagai simbol kebangkitan digital masyarakat Maluku Utara.
Melalui koordinasi lintas sektor yang diperkuat, program ini diharapkan mampu mencetak ribuan talenta digital baru dari Bumi Moloku Kie Raha. Fokus utama tetap pada peningkatan daya saing SDM agar mampu mengelola potensi daerah melalui instrumen teknologi informasi yang tepat guna.
“Melalui program ini, seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku usaha, hingga ASN, diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing di bidang digital,” tutup Arsyad.