TERNATE – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara resmi melakukan perombakan besar-besaran di jajaran personelnya. Sebanyak 189 personel, mulai dari tingkat Polda hingga Polres jajaran, resmi dimutasi dan dirotasi guna meningkatkan performa pelayanan kepolisian di wilayah Malut.
Mutasi tersebut tertuang dalam dua Surat Telegram Kapolda Maluku Utara, yakni Nomor: ST/54/II/KEP./2026 dan ST/55/II/KEP./2026 tertanggal 7 Februari 2026.
Sejumlah perwira dipercaya menempati posisi strategis baru dalam rotasi kali ini. Berikut adalah rincian perpindahan beberapa pejabat utama di tingkat satuan dan polsek:
| Nama Personel | Jabatan Lama | Jabatan Baru |
|---|---|---|
| AKP Bondan Manikotomo | Kasat Reskrim Polres Halteng | PS Kanit 1 Subdit 3 Ditreskrimsus |
| Iptu Suherlin | Kapolsek Oba Utara | Kasat Reskrim Polres Halteng |
| Ipda Ahmad Syahmuddin | - | Kapolsek Oba Utara |
| Iptu Iwan Duwila | Kapolsek Malifut | Paur 3 Subbidbankum Bidkum Polda Malut |
| Ipda Ricky Richardo Indo Ratu | Kanit Regident Satlantas Polres Halut | PS Kapolsek Malifut |
| AKP Abdullah Taufik Saimima | Kasat Narkoba Polres Halteng | Pama Polda Malut (Pendidikan Sespimma 2026) |
| Iptu Sunarto Abdullah | KBO Satresnarkoba Polres Halteng | PS Kasat Narkoba Polres Halteng |
| Iptu Resly Awa | Kapolsek Sahu | Kanit 4 Satreskrim Polres Ternate |
| Iptu Jefri Wodjur | Kasat Tahti Polres Halbar | Kapolsek Sahu |
Kabid Humas Polda Malut, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram, menegaskan bahwa mutasi jabatan ini merupakan prosedur rutin dalam organisasi Polri. Hal ini bertujuan untuk memberikan penyegaran sekaligus bentuk pembinaan karier bagi setiap personel.
“Mutasi jabatan ini merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier melalui sistem tour of duty dan tour of area. Ini adalah upaya penyegaran organisasi sekaligus peningkatan kualitas kinerja personel Polri dalam melayani masyarakat,” ujar Kombes Pol. Wahyu, Selasa (10/2/2026).
Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan semangat baru di satuan kerja masing-masing, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Maluku Utara sepanjang tahun 2026.