Kabut Asap Karhutla Selimuti Kota Ternate, Jarak Pandang Warga Tarau dan Kulaba Terganggu

Penulis: Hendri Saputra  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 18:46:01 WIB
Kabut asap karhutla menyelimuti Kota Ternate dan mengganggu jarak pandang warga di Tarau dan Kulaba.

TERNATE — Debu asap dari kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Maluku Utara menyebar hingga ke Kota Ternate. Pemantauan di beberapa kelurahan Kecamatan Ternate Utara, seperti Tarau dan Kulaba, menunjukkan jarak pandang terlihat kabur akibat paparan debu asap. Gunung Gamalama pun tertutup kabut asap yang sama.

Asap Bukan Hanya dari Deru-Deru dan Tubo

Warga Kulaba, Ismail, menyebut asap yang menyelimuti Kota Ternate tidak hanya berasal dari titik karhutla di Deru-Deru dan Tubo. Menurutnya, ada kiriman debu dari Halmahera yang membuat udara di kota itu berubah.

"Kami (Torang) warga Kulaba dan sekitarnya saat beraktifitas diluar rumah harus menggunakan masker untuk melindungi diri," kata Ismail kepada Istanafm.com, Senin 12/10/2026.

Ismail menambahkan bahwa kondisi ini membuat warga sekitar harus mengambil langkah antisipasi sederhana. Masker menjadi barang wajib sebelum keluar rumah.

"Debu asap Karhutla ini, bukan hanya pengaruh Karhutlah dibuku Deru-Deru dan Tubo saja, tetapi ada kiriman debu dari Halmahera sehingga udara terlihat berubah. Bahkan gunung Gamalama tertutup kabut asap Karhutla," ujar Ismail.

BPBD Kota Ternate Belum Beri Keterangan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate belum memberikan keterangan resmi soal kondisi ini. Saat dihubungi Istanafm.com, Kepala Dinas BPBD tidak berada di kantor.

Belum ada laporan resmi soal jumlah warga terdampak atau titik api terbaru yang dirilis instansi terkait. Warga di Kelurahan Tarau, Kulaba, dan sekitarnya tetap diminta waspada terhadap paparan debu asap.

Jarak Pandang Terganggu, Aktivitas Warga Tetap Jalan

Pantauan di lapangan memperlihatkan jarak pandang di sejumlah ruas jalan Ternate Utara berkurang karena debu asap. Meski begitu, aktivitas warga di luar rumah masih berlangsung seperti biasa dengan perlindungan masker.

Kabut asap yang menutup Gunung Gamalama menjadi penanda bahwa sebaran debu cukup luas. Warga berharap instansi terkait segera memberi informasi resmi soal kualitas udara dan langkah penanganan karhutla di Maluku Utara.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: istanafm.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top