Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Industri di IWIP Halmahera Tengah, Ekspor Perdana Baterai EV Senilai Rp 180 Triliun

Penulis: Galih Prayoga  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:16:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto tiba di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

HALMAHERA TENGAH — Presiden Prabowo Subianto memulai lawatan strategis ke kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Kunjungan kerja tersebut difokuskan pada peresmian mega proyek hilirisasi mineral kritis senilai Rp 180 triliun.

Agenda utama di kawasan IWIP meliputi pelepasan ekspor perdana baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV battery), peresmian pengoperasian komersial empat proyek industri, serta groundbreaking tujuh proyek industri baru. Langkah ini menandai hilirisasi nasional yang tidak lagi berhenti pada komoditas mentah, melainkan merambah ke produk bernilai tambah tinggi.

Ekspor Perdana Baterai EV Jadi Penanda Hilirisasi Mineral Kritis

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa peluncuran ekspor perdana baterai EV menjadi salah satu agenda utama dalam lawatan tersebut. Menurut Teddy, program hilirisasi yang diresmikan memiliki nilai investasi signifikan bagi rantai pasok global.

"Pagi-pagi sekali, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Halmahera Tengah, Maluku Utara, untuk meluncurkan program hilirisasi senilai US$ 10,2 miliar atau sekitar Rp 180 triliun," ujar Teddy dalam keterangan resminya.

Nilai investasi itu menempatkan IWIP sebagai salah satu kawasan industri terbesar yang menopang pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Hilirisasi mineral kritis di kawasan ini menyasar produk turunan bernilai jual tinggi, bukan lagi nikel atau mineral mentah.

Empat Proyek Beroperasi Komersial, Tujuh Proyek Baru Mulai Dibangun

Peresmian pengoperasian komersial mencakup empat proyek industri yang sudah siap berproduksi. Sementara tujuh proyek lainnya memasuki tahap groundbreaking atau dimulainya pembangunan fisik di kawasan yang sama.

Ekspansi ini diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja masif bagi masyarakat setempat. Kawasan IWIP sendiri telah menjadi pusat aktivitas industri mineral di Maluku Utara sejak beberapa tahun terakhir.

Deretan Menteri yang Mendampingi Presiden ke Maluku Utara

Dalam penerbangan kepresidenan menuju Maluku Utara, Prabowo tampak didampingi sejumlah menteri strategis Kabinet Merah Putih. Jajaran menteri yang mendampingi meliputi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Kehadiran sejumlah menteri itu menegaskan posisi IWIP sebagai proyek prioritas nasional.

Apa Dampaknya bagi Warga Halmahera Tengah?

Pembukaan lapangan kerja masif disebut menjadi salah satu dampak langsung dari ekspansi kawasan industri ini. Warga setempat berpeluang terserap ke sektor industri turunan mineral kritis yang tengah dibangun.

Selain tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi daerah diproyeksikan ikut terdorong oleh aktivitas industri di kawasan IWIP. Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai motor penggerak ekonomi di kawasan timur Indonesia.

Peresmian 11 proyek industri ini menjadi tahap lanjutan pengembangan IWIP setelah sebelumnya beroperasi sebagai kawasan pengolahan mineral. Tahap berikutnya bergantung pada realisasi pembangunan tujuh proyek yang baru dimulai.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: infokini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top