MALUKU UTARA — PT Pegadaian (Persero) resmi memberlakukan program Gadai Bebas Sewa Modal sejak 28 September 2026 di seluruh outlet di Indonesia, dengan bunga 0 persen dan plafon pinjaman Rp 50.000 hingga Rp 1 juta. Program ini menyasar nasabah baru yang belum pernah bertransaksi pembiayaan di Pegadaian, sebagai pintu masuk inklusi keuangan bagi kelompok yang selama ini sulit mengakses kredit formal.
Paragraf pembuka: Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menyebut program ini sebagai langkah perusahaan mendampingi masyarakat yang butuh dana cepat. Skema tanpa bunga dirancang memberi pengalaman pertama yang ringan bagi nasabah yang belum pernah mencicipi layanan gadai.
Gadai Bebas Sewa Modal menyasar ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja harian lepas, hingga pelaku UMKM. Mereka bisa menjaminkan aset bergerak seperti emas, gadget, perlengkapan rumah tangga, atau peralatan usaha.
Syaratnya khusus nasabah baru atau CIF Baru, yakni yang belum pernah terdaftar atau melakukan transaksi produk pembiayaan di Pegadaian. Setiap nasabah hanya berhak atas satu rekening aktif dalam satu periode kredit.
Calon nasabah cukup datang ke outlet Pegadaian terdekat dengan membawa KTP asli dan barang jaminan. Tenor kredit ditetapkan 30 hari untuk golongan pinjaman A dan B1.
Meski sewa modal atau bunga dipatok 0 persen, Pegadaian tetap mengenakan biaya administrasi. Untuk pinjaman Rp 50.000 sampai Rp 200.000, biayanya Rp 2.000. Pinjaman Rp 200.001 hingga Rp 500.000 dikenai Rp 5.000, sedangkan pinjaman Rp 500.001 sampai Rp 1 juta dikenai Rp 10.000.
Struktur biaya itu membuat total pengeluaran nasabah jauh lebih murah dibanding pinjaman berbunga. Dengan plafon maksimal Rp 1 juta, program ini memang diarahkan untuk kebutuhan dana darurat jangka pendek dan tambahan modal kerja mikro, bukan pembiayaan besar.
Selfie menegaskan kebutuhan dana mendesak maupun tambahan modal kerja mikro sering datang tiba-tiba. Bunga 0 persen dan biaya administrasi murah diharapkan mendorong peningkatan inklusi keuangan sekaligus menjadi solusi finansial yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Fokus pada CIF Baru menunjukkan strategi Pegadaian memperluas basis pelanggan, bukan sekadar menambah transaksi dari nasabah lama. Kelompok yang selama ini enggan menyentuh layanan gadai karena khawatir terbebani bunga menjadi sasaran utama.
Penutup: Program ini berlaku di seluruh outlet Pegadaian di Indonesia dan menjadi salah satu upaya perusahaan mendukung ekonomi kerakyatan. Bagi masyarakat yang butuh dana cepat tanpa risiko bunga membengkak, Gadai Bebas Sewa Modal menawarkan jalur yang relatif terjangkau — asalkan dipakai sesuai tenor 30 hari yang ditetapkan.