MOROTAI — Kepala Polsek Morotai Selatan Barat, Iptu Ronal Tail, menyatakan proses pemadaman masih berlangsung karena kondisi cuaca panas disertai tiupan angin cukup kencang. Api dan asap disebut mudah menyebar di area yang dipenuhi vegetasi kering.
“Personel bersama masyarakat masih melakukan pemadaman secara bersama-sama. Kami berupaya mengendalikan titik api agar tidak semakin meluas,” ujar Iptu Ronal Tail.
Kebakaran diperkirakan telah berdampak pada puluhan hektare lahan kebun masyarakat. Sejumlah tanaman perkebunan seperti kelapa, cengkeh, pala, dan pisang turut terdampak akibat kebakaran.
Hingga kini, petugas bersama warga terus melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah titik yang masih berpotensi terbakar. Petugas juga mengantisipasi kemungkinan api kembali muncul akibat kondisi lahan yang kering dan angin yang berubah-ubah.
Terkait penyebab kebakaran, Iptu Ronal Tail menduga dipengaruhi kondisi cuaca panas serta adanya aktivitas pembakaran oleh masyarakat. Namun, penyebab pasti kejadian masih dilakukan pendalaman untuk memastikan sumber api.
“Personel Polsek Selatan Barat bersama masyarakat terus melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah titik yang masih berpotensi terbakar. Petugas juga mengantisipasi kemungkinan api kembali muncul akibat kondisi lahan yang kering dan angin yang berubah-ubah,” ungkapnya.
Iptu Ronal Tail mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, khususnya saat kondisi cuaca panas dan angin kencang. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Langkah pemadaman bersama antara personel Polsek Morotai Selatan Barat dan masyarakat dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia. Upaya itu diarahkan untuk mencegah api semakin meluas dan menjangkau lahan perkebunan maupun area di sekitar lokasi.