MOROTAI — Personel gabungan dari Koramil 1514-03/Wayabula dan Polsek Morselbar bergerak ke lokasi begitu menerima laporan titik api. Kobaran api disebut terus menjalar ke arah fasilitas umum di sekitarnya, termasuk bangunan puskesmas yang berjarak dekat dari sumber api.
Kepala Puskesmas Wayabula, M Ahmad, memastikan titik api pertama terlihat pada sore hari dan dengan cepat membesar. Angin kencang disebut menjadi penyebab utama api melebar ke arah area puskesmas.
Menurut Ahmad, api diduga berasal dari area samping Pertamina di kawasan tersebut. Dari titik itu, kobaran api merambat cepat karena hembusan angin yang tidak mereda.
"Baru saja ini, titik api diduga muncul dari area samping Pertamina, dan api terus melebar menuju area Puskesmas karena angin kencang," kata Ahmad saat dikonfirmasi.
Pagar SPBU Morselbar yang berlokasi tak jauh dari pusat kota kecamatan hampir ikut terbakar. Lokasi SPBU berada tepat di jalur rambatan api, membuat petugas bergerak cepat membatasi perluasan kobaran.
Aparat kepolisian meminta seluruh warga di sekitar lokasi kejadian keluar dari rumah masing-masing untuk sementara waktu. Penghuni rumah dinas dan pegawai puskesmas juga diminta menjauh dari area terdampak.
Ahmad mengaku telah memerintahkan seluruh staf Puskesmas Wayabula bersiaga. Mereka diminta mengamankan barang-barang penting dan membawanya keluar lebih dulu jika memungkinkan.
"Polisi sementara ada suruh di Puskesmas dan penghuni rumah dinas keluar di luar untuk mengantisipasi kobaran api menjalar. Saya juga sudah perintah siagakan staf Puskesmas semua untuk amankan barang-barang penting, kalau bisa dibawa keluar dulu," tandas Ahmad.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti pemicu kebakaran di dekat bangunan SPBU Wayabula masih belum diketahui. Belum ada keterangan resmi mengenai luas area yang terbakar maupun total kerugian.
Wilayah Pulau Morotai sebelumnya juga pernah dilanda karhutla pada sejumlah titik. Kondisi cuaca dan hembusan angin kencang menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api di area terbuka.
Personel gabungan masih bertahan di lokasi untuk memastikan api tidak kembali menyala dan merusak fasilitas umum di sekitar SPBU maupun Puskesmas Wayabula.