TERNATE — Pemerintah Kota Ternate mengusulkan Perubahan APBD 2026 dengan total pendapatan daerah Rp988,83 miliar, naik Rp26,99 miliar atau 2,81 persen dibandingkan anggaran sebelum perubahan. Rancangan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar saat membacakan pidato wali kota dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026 DPRD Kota Ternate, Kamis (24/9/2026).
Penyesuaian pendapatan dilakukan dengan mempertimbangkan realisasi APBD hingga semester I 2026, evaluasi pelaksanaan anggaran, kebijakan pemerintah pusat dan daerah, serta proyeksi penerimaan hingga akhir tahun.
Dari total pendapatan yang diusulkan, Pendapatan Asli Daerah ditargetkan Rp159,69 miliar. Sementara pendapatan transfer mencapai Rp820,70 miliar, terdiri dari transfer pemerintah pusat Rp710,13 miliar dan transfer antar daerah Rp110,57 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan Rp8,43 miliar.
Besarnya porsi dana transfer menunjukkan struktur pendapatan Ternate masih bergantung pada sumber pendanaan dari luar daerah.
"Ketergantungan yang cukup besar terhadap pendapatan transfer menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan fiskal Pemkot Ternate," kata Nasri.
Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan sekaligus dorongan untuk memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD, peningkatan kepatuhan wajib pajak dan retribusi, pemutakhiran basis data, serta peningkatan kualitas pelayanan.
"Pemerintah menargetkan pengelolaan pendapatan yang lebih efektif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan agar ruang fiskal daerah secara bertahap dapat diperkuat," ujarnya.
Pada sisi belanja, Pemkot Ternate mengusulkan anggaran Rp987,51 miliar. Anggaran tersebut terdiri atas belanja operasi Rp929,25 miliar, belanja modal Rp51,05 miliar, dan belanja tidak terduga Rp7,19 miliar.
Belanja operasi menjadi komponen terbesar, dengan alokasi belanja pegawai Rp607,72 miliar dan belanja barang dan jasa Rp309,57 miliar.
"Pengalokasian belanja dilakukan secara selektif berdasarkan program dan kegiatan yang memiliki manfaat nyata, dengan output dan outcome yang terukur," kata Nasri.
Untuk pembiayaan, Pemkot memasukkan SiLPA 2025 sebesar Rp1,68 miliar sebagai penerimaan pembiayaan. Sementara pengeluaran pembiayaan Rp3 miliar dialokasikan untuk penyertaan modal pada Bank BPRS.
Rancangan Perubahan APBD 2026 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kota Ternate dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, kebutuhan pelayanan masyarakat, serta target pembangunan dalam RPJMD Kota Ternate 2025–2029.