MALUKU UTARA — Pemerintah Kota Cheyenne, Wyoming, menemukan bakteri Cupriavidus gilardii dalam 801.000 galon air limbah buangan data center AI milik Meta. Temuan ini memicu keputusan berhenti menerima buangan dari kontraktor Goat Systems sejak Juli, sementara Meta membantah hasil pengujian tersebut dan menyebut fasilitasnya tidak berdampak pada lingkungan.
Kompleks data center AI Meta di Cheyenne, Wyoming, dibangun di atas lahan seluas sekitar 388 hektare dengan nilai proyek mencapai US$800 juta. Fasilitas ini menggunakan air dalam proses fill and flush untuk membersihkan kotoran dari pipa sebelum sistem beroperasi penuh. Air buangan dari proses itulah yang kemudian menjadi objek pengujian rutin pemerintah kota.
Hasil pengujian menemukan bakteri bernama Cupriavidus gilardii di dalam 801.000 galon air yang dibuang oleh kontraktor pusat data tersebut pada awal tahun ini. Air limbah itu memang tidak pernah ditujukan sebagai pasokan air minum warga. Meski begitu, pemerintah setempat tetap khawatir warga bisa terpapar bakteri tersebut melalui uap dari air yang dipakai untuk irigasi.
Frank Strong, Manajer Sumber Daya Air di Dewan Utilitas Publik Kota Cheyenne, menyebut temuan itu di luar dugaan. Pihaknya memilih menghentikan penerimaan air limbah dari Goat Systems sebagai langkah kehati-hatian sembari mengumpulkan informasi lebih lanjut.
"Ini sangat mengejutkan. Sebagai langkah kehati-hatian, kami telah menghentikannya sampai kami bisa mendapatkan informasi lebih lanjut," kata Strong, dikutip dari The Guardian.
Keputusan penghentian baru diambil setelah melalui proses yang panjang. Pemerintah Cheyenne membutuhkan waktu hingga Juli sebelum akhirnya menyatakan berhenti menerima buangan dari kontraktor Meta tersebut.
Meta merespons temuan pemerintah kota dengan melakukan penelitian internal bersama kontraktornya. Perusahaan milik Mark Zuckerberg itu mengklaim tidak menemukan bakteri Cupriavidus gilardii seperti yang dituduhkan. Meta juga mempertanyakan validitas hasil pengujian yang dilakukan pemerintah kota.
"Meta berkomitmen untuk menjadi tetangga yang baik di Cheyenne, termasuk membantu melindungi sumber air setempat. Kami menghargai informasi secara rinci oleh dewan utilitas publik, yang memastikan bahwa temuan tersebut tidak berdampak pada masyarakat atau lingkungan," kata Meta.
Harriet Hageman, anggota Kongres dari Partai Republik yang juga pendukung Presiden AS Donald Trump di Wyoming, mengirim surat kepada CEO Meta Mark Zuckerberg. Ia meminta penjelasan terkait kontaminasi bakteri tersebut.
Menurut Hageman, air merupakan sumber daya yang sangat berharga di AS. Ia menyoroti paradoks sistem data center AI yang seharusnya membantu menghemat penggunaan air, tetapi justru berpotensi mencemari air.
"Air adalah sumber daya yang sangat berharga bagi kami. Karena itu, kami khawatir sistem yang seharusnya mengurangi penggunaan air di data center justru menyebabkan air tercemar," tulis Hageman dalam suratnya.
Di sisi lain, Trump tidak terpengaruh oleh kritik publik terhadap pusat data AI. Ia justru menyebut sejumlah fasilitas ini sebagai "angsa bertelur emas" yang menciptakan lapangan kerja dan kekayaan. Pemerintahannya juga disebut mempersulit publik mendapatkan informasi soal aktivitas data center, termasuk penggunaan air.
"Satu-satunya alasan masyarakat di berbagai wilayah AS tidak menginginkan pusat data adalah jika mereka ingin berakhir tertinggal dan miskin," tulis Trump di Truth Social.
Air buangan dari proses fill and flush dibuang untuk mencegah penumpukan mineral dan kerak di dalam pipa. Air tersebut berpotensi mengandung logam berat atau PFAS, yang dikenal sebagai "bahan kimia abadi" karena sulit terurai dan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan jika tertelan. PFAS dapat ditemukan dalam sistem pendingin closed loop yang justru dipuji industri data center karena menggunakan lebih sedikit air.
Ketika dipakai sebagai pendingin, air bisa keluar dalam kondisi jauh lebih panas daripada saat diambil. Kritikus menyoroti sebuah fasilitas berbahan bakar gas yang beralih dari penambangan kripto ke AI dan menggunakan air dari Danau Seneca. Air yang dibuang ke danau disebut bisa mencapai suhu 108 derajat Fahrenheit atau sekitar 42 derajat Celsius.
Berbagai penelitian menyebut data center membutuhkan air dalam jumlah besar untuk pembangunan dan operasionalnya, termasuk mendinginkan komputer berenergi tinggi di dalamnya. Sebuah data center berukuran menengah dapat menggunakan sekitar 300.000 galon air per hari. Industri data center membantah hal ini dengan menunjukkan bahwa penggunaan air mereka hanya sebagian kecil dibandingkan sektor lain seperti pertanian.