Cesc Fabregas Pelatih Terbaik Serie A 2025/2026, Bawa Como ke Liga Champions

Penulis: Hendri Saputra  •  Kamis, 03 September 2026 | 20:09:01 WIB
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, merayakan keberhasilan timnya finis di empat besar klasemen akhir Serie A 2025/2026.

MALUKU UTARA — Cesc Fabregas mengukir sejarah bersama Como 1907. Di musim keduanya sebagai pelatih, ia berhasil membawa klub milik keluarga Hartono itu menembus empat besar klasemen akhir Serie A—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih sepanjang umur klub yang berbasis di Lombardia tersebut.

Hasil tersebut sekaligus mengantar Como untuk pertama kalinya tampil di Liga Champions. Sebelumnya, pada musim debutnya di Serie A, Fabregas hanya mampu mengantar timnya finis di posisi ke-10.

Kiprah Fabregas Sebelum Jadi Pelatih

Perjalanan Fabregas bersama Como dimulai bukan dari bangku pelatih, melainkan lapangan hijau. Ia tercatat masih memperkuat klub tersebut saat masih berlaga di Serie B sebelum memutuskan pensiun pada 2023. Tak butuh waktu lama, ia langsung dipercaya mengisi posisi pelatih interim dan sukses membawa Como promosi ke Serie A pada musim panas 2024.

Keberhasilan promosi itu membuka jalan bagi manajemen klub untuk memberikan kepercayaan penuh kepadanya sebagai pelatih kepala permanen di kompetisi tertinggi Italia.

Mengganggu Dominasi Klub Papan Atas Italia

Pencapaian Como finis di peringkat keempat bukan sekadar angka di klasemen. Ini menjadi bukti bahwa Fabregas mampu membangun pola main kolektif yang bisa merepotkan klub-klub yang jauh lebih berpengalaman dalam perebutan posisi elite Liga Champions.

Performa Como juga konsisten di awal musim ini. Mereka menahan imbang Udinese 1-1 di kandang lawan, lalu menyusul dengan kemenangan 2-1 atas tuan rumah Napoli.

Nico Paz, Batu Loncatan Sukses Fabregas

Salah satu pemain yang berkembang signifikan di bawah arahan Fabregas adalah Nico Paz. Gelandang asal Argentina itu tampil dalam 40 pertandingan di semua kompetisi musim lalu dengan torehan 13 gol dan delapan assist.

Penampilan impresif itu mengantar Paz dinobatkan sebagai pemain muda terbaik dalam ajang Gran Gala del Calcio AIC. Sementara penghargaan pemain terbaik musim ini diberikan kepada bek sayap Inter Milan, Federico Dimarco, yang mencatatkan tujuh gol dan 18 assist.

Ujian Berat di Liga Champions

Setelah keberhasilan di liga domestik, tantangan berikutnya menanti Fabregas di panggung Eropa. Pada fase liga Liga Champions, Como dijadwalkan menjamu Paris Saint-Germain (PSG), Manchester United, RB Leipzig, dan AEK Athens. Adapun laga tandang akan dihadapi melawan Barcelona, Real Betis, Feyenoord, dan Lens.

Dari jadwal itu, duel melawan Barcelona menjadi momen yang menarik bagi Fabregas—kembali ke klub yang pernah ia perkuat, kini dalam kapasitas berbeda sebagai pelatih.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top