SMAN 1 Morotai Hadapi Kebutuhan Mendesak, 732 Siswa tapi Aula Hanya Tampung 200 Orang

Penulis: Galih Prayoga  •  Rabu, 02 September 2026 | 14:58:01 WIB
Aula SMAN 1 Morotai hanya mampu menampung 200 siswa dari total 732 peserta didik.

MOROTAI — Dengan 732 siswa yang tersebar di berbagai tingkatan, SMAN 1 Morotai membutuhkan aula berkapasitas lebih besar untuk mendukung kegiatan sekolah. Kondisi ini menjadi salah satu persoalan yang disampaikan pihak sekolah kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Gedung aula yang ada saat ini hanya bisa menampung sekitar seperlima dari total peserta didik. Akibatnya, kegiatan seperti rapat pleno, pembinaan siswa, hingga acara perpisahan tidak dapat digelar dalam satu waktu untuk seluruh warga sekolah.

"Kami memang sering melaporkan ke bagian sarpras terkait dengan kebutuhan aula sekolah karena tidak memadai untuk kapasitas tujuh ratusan lebih siswa," kata Magdalena kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2026).

Aula Kapasitas 200 Orang vs Kebutuhan 732 Siswa

Perbandingan kapasitas yang jauh berbeda membuat sekolah harus menyesuaikan jumlah peserta dalam setiap kegiatan. Magdalena menyebut aula yang ada hanya mampu menampung seratus hingga dua ratus siswa dalam satu sesi.

"Karena aula yang ada itu bisa terisi hanya seratus hingga dua ratus siswa saja," ujarnya.

Keterbatasan ini tidak hanya berdampak pada kegiatan seremonial. Sejumlah agenda pembelajaran yang bersifat massal, seperti sosialisasi dari dinas atau pelatihan bersama, juga terkendala ruang.

Empat Laboratorium, Dua Perlu Rehabilitasi

Di luar aula, persoalan fasilitas juga menyentuh ruang praktik siswa. Dari empat laboratorium yang dimiliki sekolah, dua di antaranya dalam kondisi aktif, yakni laboratorium biologi dan komputer. Sementara laboratorium kimia dan fisika membutuhkan perbaikan serta penambahan peralatan.

Magdalena menjelaskan, laboratorium fisika masih kerap digunakan meskipun banyak fasilitas yang kurang. Rehabilitasi menyeluruh diperlukan agar kegiatan praktikum dapat berjalan optimal.

"Untuk lab yang mau direhab itu adalah lab kimia sama lab fisika. Cuma lab fisika ini sering digunakan, hanya saja ada banyak yang kurang," jelasnya.

Untuk perpustakaan, ia memastikan fasilitas tersebut masih layak digunakan setiap hari oleh siswa maupun guru. "Untuk perpustakaan sendiri aman dipakai setiap hari," kata Magdalena.

Persoalan lain yang dihadapi sekolah adalah akses internet bagi siswa. Saat ini jaringan internet di SMAN 1 Morotai baru tersedia untuk kebutuhan tenaga pendidik. Guru menggunakan layanan Starlink dan IndiHome untuk menunjang tugas administratif dan pembelajaran.

"Untuk internet sendiri memang sekolah belum memfasilitasi sampai ke siswa, tapi untuk bapak ibu guru sudah, yaitu menggunakan Starlink sama IndiHome," tutur Magdalena.

Sementara itu, para siswa masih mengandalkan paket data pribadi untuk mengakses materi pembelajaran. Sekolah belum mampu menyediakan kuota gratis mengingat jumlah peserta didik yang besar.

"Untuk siswa sendiri mereka masih pakai kuota internet pribadi karena kami belum sanggup untuk tujuh ratus tiga puluh dua siswa ini diberi kuota gratis," sambungnya.

Aula Multifungsi Diusulkan, Sekaligus Bisa Dipakai untuk GOR

Menghadapi berbagai keterbatasan itu, pihak sekolah berharap pemerintah membangun aula baru berkapasitas besar dengan konsep multifungsi. Gedung yang diusulkan tidak hanya untuk kegiatan sekolah, tetapi juga dapat difungsikan sebagai gedung olahraga (GOR).

Rencana ini sebelumnya telah disampaikan langsung kepada Wakil Gubernur Maluku Utara.

"Kami sangat berharap seperti yang pernah kami usulkan ke Pak Wakil Gubernur sendiri juga bahwa dapat memiliki aula yang baru," kata Magdalena.

Menurutnya, aula multifungsi akan lebih efisien karena dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pertemuan, kegiatan ekstrakurikuler, hingga olahraga.

"Kalau pun aula itu multifungsi, berarti di dalamnya juga bisa diadakan untuk kepentingan GOR. Itu harapan kami," tutupnya.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top