MALUKU UTARA — Musim 2025/2026 akan selalu diingat sebagai musim di mana Arsenal mengakhiri penantian dua dekade gelar Premier League. Namun di balik keberhasilan itu, ada satu kisah yang mungkin lebih menarik dari sekadar trofi: kemunculan Max Dowman, seorang anak baru berusia 16 tahun yang merombak semua catatan sejarah.
Dowman baru berusia 16 tahun dan 73 hari saat ia mencetak gol penutup kemenangan krusial Arsenal atas Everton pada Maret lalu. Gol tersebut bukan sekadar angka pelengkap—itu adalah gol yang mengunci tiga poin penting di puncak klasemen. Beberapa bulan kemudian, ia mengoleksi medali juara Premier League dan mengambil hasil ujian GCSE di sela-sela perayaan.
Arsenal menutup musim dengan momentum sempurna, dan kontribusi Dowman menjadi salah satu cerita paling menonjol. Ia tampil dalam 13 pertandingan untuk The Gunners musim lalu—jumlah yang luar biasa untuk pemain seusianya di tim utama klub sebesar Arsenal.
Bukan hanya di tingkat klub, Dowman juga memecahkan rekor bersama tim nasional Inggris. Pada Oktober 2025, ia menjadi pencetak gol termuda Inggris U-19 saat membobol gawang Wales dalam kemenangan telak 7-0.
Kehebatan Dowman membuat legenda Arsenal, Paul Merson, kesulitan mencari kata-kata. Ia bahkan membandingkan pemain muda itu dengan talenta generasional seperti Paul Gascoigne dan Wayne Rooney.
"Dowman, dalam istilah sepak bola, adalah sebuah keanehan, dan saya mengatakannya dengan penuh hormat. Jika dia ada di dalam buku, Anda akan membuang bukunya ke laut," ujar Merson kepada FourFourTwo.
"Jika Anda membaca tentang anak berusia 16 tahun yang bermain untuk Arsenal di Premier League dan mencetak gol melawan Everton, Anda akan berpikir 'Oh, itu tidak mungkin. Mana mungkin ada orang sebagus itu di usia 16 tahun?'" lanjutnya.
Merson juga menyoroti pemain lain dari akademi Hale End, Myles Lewis-Skelly. Berbeda dengan Dowman yang beroperasi di lini depan, Lewis-Skelly menunjukkan fleksibilitas luar biasa dengan bermain di beberapa posisi berbeda musim ini.
"Dia masuk tim utama di awal musim sebagai bek kiri. Untuk kemudian bermain di lini tengah dan tampil dengan cara yang dia lakukan, saya senang untuknya karena itu butuh kemampuan luar biasa," ujar Merson.
"Saya penggemar beratnya. Sejujurnya saya lebih suka melihatnya di lini tengah," tegas mantan gelandang Arsenal itu.
Dengan dua talenta muda dari akademi yang bersinar di musim penuh gelar, masa depan Arsenal tampak tidak hanya cerah di papan atas klasemen, tetapi juga dalam regenerasi skuad. Dowman dan Lewis-Skelly membuktikan bahwa produktivitas akademi Hale End bukan sekadar narasi—mereka adalah bukti nyata yang kini bermain di panggung terbesar sepak bola Inggris.