XCMG Resmikan Pabrik Alat Berat Listrik Pertama di Luar China, Beroperasi di Halmahera Tengah

Penulis: Indra Firmansyah  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:13:02 WIB
XCMG meresmikan pabrik alat berat listrik pertamanya di luar China yang berlokasi di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

MALUKU UTARA — Peresmian pabrik itu ditandai dengan peluncuran Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia dan penyerahan perdana alat berat listrik ke IWIP sebagai mitra strategis. Acara dihadiri Vice President Director XCMG Song Zhike, jajaran manajemen IWIP, serta hampir 100 tamu undangan dari kalangan pelanggan dan mitra industri.

Biaya Operasi Bisa Turun 78 Persen, Emisi Karbon Terpotong 150 Ton per Tahun

Dalam kesempatan itu, XCMG memperkenalkan wheel loader listrik XC968-EV. Alat berat ini menggunakan sistem motor ganda terintegrasi yang diklaim mampu menekan biaya operasional sekitar 78 persen dan biaya perawatan hingga 60 persen dibandingkan alat berat berbahan bakar fosil sekelas. Setiap unit juga diperkirakan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 150 ton per tahun.

“Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia merupakan langkah strategis yang merepresentasikan integrasi antara globalisasi dan pengembangan industri hijau,” ujar Song Zhike dalam keterangan resmi, Senin (27/7).

Fasilitas ini mengintegrasikan proses manufaktur unit lengkap, riset dan pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi operasional Indonesia, serta layanan purna jual. Dengan produksi lokal, waktu pengiriman bisa dipersingkat untuk memenuhi kebutuhan sektor pertambangan, infrastruktur, dan logistik kawasan industri.

80 Persen Tenaga Kerja Lokal, Pabrik Dibangun Hanya 1,5 Tahun

Saat ini, sekitar 80 persen tenaga kerja di operasional XCMG Indonesia merupakan pekerja lokal. Perusahaan berkomitmen terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia melalui transfer teknologi dan pelatihan.

Kolaborasi dengan IWIP berjalan cepat. Sejak penandatanganan kerja sama, pembangunan hingga pengoperasian pabrik rampung hanya dalam waktu satu setengah tahun. Perwakilan pelanggan IWIP menyambut positif kehadiran fasilitas ini. Menurutnya, peralatan energi baru yang diproduksi lokal lebih sesuai dengan kebutuhan operasional rendah karbon dan respons layanan menjadi lebih cepat.

“Secara nyata membantu kami meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional,” ujar perwakilan pelanggan IWIP.

Rantai Industri Terintegrasi: dari Riset hingga Pembiayaan

Selama lebih dari tiga dekade beroperasi di Indonesia, XCMG telah membangun 32 jaringan penjualan dan 53 jaringan layanan, didukung lebih dari 120 kendaraan layanan serta sistem distribusi suku cadang tiga tingkat. Infrastruktur ini menopang lebih dari 30.000 unit alat berat XCMG yang beroperasi di Indonesia.

Dengan beroperasinya pabrik ini, XCMG mengklaim telah membangun rantai industri terintegrasi di Indonesia—mulai dari penelitian, manufaktur, pasokan, penjualan, layanan, hingga pembiayaan. Ke depan, perusahaan menjadikan basis manufaktur ini sebagai model percontohan manufaktur cerdas di pasar global. “Kami akan terus menghadirkan XCMG Solutions bagi pelanggan di seluruh dunia,” tutup Song Zhike.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top