SOFIFI — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menunjukkan kekesalannya saat meninjau kondisi SMA Negeri 1 Halmahera Tengah (Halteng). Alih-alih menemukan ruang belajar yang layak, ia justru menyaksikan lampu kelas mati dan toilet siswa yang gelap dan tak bisa digunakan. Kondisi ini langsung disemprotkannya kepada Kepala Sekolah, Abdul Kadir Talib, di hadapan para guru dan siswa.
Dalam sidak tersebut, Sherly memasuki salah satu ruang kelas dan langsung mempertanyakan lampu yang tidak menyala. Kepala sekolah beralasan lampu putus dan belum sempat diganti. Penelusuran berlanjut ke toilet siswa, yang ternyata dalam kondisi gelap dan tidak berfungsi.
Sejumlah siswa mengaku kepada Sherly bahwa kerusakan itu bukan hal baru. Mereka menyebut berbagai masalah fasilitas itu sudah berlangsung hampir satu tahun. Kepala sekolah yang baru menjabat sekitar dua bulan itu menjelaskan, bendahara sekolah sebenarnya sudah membeli perlengkapan termasuk lampu, namun belum dipasang.
"Lampu hari ini saya pergi toko sebelah beli, 1 jam juga selesai. Bapak tunggu apa untuk pasang lampu?" ujar Sherly, dikutip dari tayangan di akun TikTok pribadinya.
Dalam dialog tersebut, Kepala SMAN 1 Halteng mengungkapkan bahwa selama satu tahun pihaknya menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari pemerintah pusat sebesar Rp946 juta. Selain itu, sekolah juga memperoleh Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara sebesar Rp120 juta.
Total anggaran operasional yang mendekati Rp1 miliar per tahun itu membuat Sherly geram. Ia mengingatkan bahwa tugas kepala sekolah dan guru bukan hanya menyelesaikan administrasi, tetapi juga memastikan seluruh persoalan di lingkungan sekolah segera dituntaskan.
"Tugas Bapak di sini menyelesaikan masalah bukan mendiamkan masalah," tegas Sherly.
Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu, fasilitas dasar seperti kipas angin, lampu, septic tank, hingga papan tulis rusak seharusnya tidak lagi menjadi keluhan siswa. Sherly pun memberi batas waktu kepada pihak sekolah untuk segera menyelesaikan seluruh perbaikan.
"Coba Bapak inventaris saya mau laporkan minggu ini dalam satu minggu kalau lampu, kipas angin dan septic tank belum beres DM saya," ungkap Sherly di hadapan para siswa.
Sikap tegas Gubernur Maluku Utara dalam sidak tersebut menuai perhatian karena ia memilih menyoroti langsung persoalan fasilitas yang selama ini dikeluhkan siswa. Ia menegaskan, anggaran yang telah dialokasikan pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya melalui lingkungan belajar yang layak dan nyaman.